Categories
Berita

Karya Seni Paling Awal di Inggris Ditemukan, Desainnya Mengejutkan

Pecahan batu yang diukir dengan desain abstrak merupakan karya seni paling awal yang diketahui di Kepulauan Inggris, kata para peneliti. Ukiran pada batu dikerjakan para pemburu-pengumpul yang hidup antara 23.000 dan 14.000 tahun silam di tempat yang saat ini disebut Jersey.

 

NHM
Beberapa fragmen tampaknya menggambarkan kuda, mammoth, atau hewan pemamah biak lainnya, dan mungkin wajah manusia.

Pecahan batu yang diukir dengan desain abstrak merupakan karya seni paling awal yang diketahui di Kepulauan Inggris, kata para peneliti.

Ukiran pada batu dikerjakan para pemburu-pengumpul yang hidup antara 23.000 dan 14.000 tahun silam di tempat yang saat ini disebut Jersey.

Rancangannya digoreskan menjadi hiasan di sejumlah tablet berukuran kecil yang dikenal sebagai plakat (plaquettes) contoh serupa telah ditemukan di Prancis, Spanyol dan Portugal.

Sebanyak sepuluh plakat telah digali di Les Varines, Jersey, antara tahun 2014 dan 2018.

 

Sejak penemuan di kawasan tenggara pulau itu, para ilmuwan dari Natural History Museum di London, Universitas Newcastle dan Universitas York telah menganalisis apa yang disebut tanda-tanda peninggalan prasejarah.

Para peneliti, yang telah mempublikasikan temuannya di jurnal Plos One, saat ini meyakini bahwa temuan tersebut mewakili bukti paling awal dari ekspresi artistik di Kepulauan Inggris.

Plakat-plakat tersebut dibuat oleh orang-orang yang hidup pada periode budaya Magdalenian.

Istilah ini merujuk pada budaya pemburu-pengumpul yang diperkirakan telah berkembang dari Iberia (Spanyol dan Portugal modern) dan Prancis selatan setelah puncak Zaman Es terakhir.

 

Hasil dari alat yang sama

Desainnya terdiri dari garis lurus yang kurang lebih sejajar dan lebih panjang, serta sayatan melengkung.

Kedua jenis tanda tersebut kemungkinan dihasilkan dengan menggunakan alat yang sama, dalam waktu yang singkat, dan barangkali oleh sosok pemahat yang sama.

 

Silvia Bello
Diperkirakan tarikan garis itu merepresentasikan hewan pemamah biak atau wajah manusia.

Pemimpin penelitian, Dr Silvia Bello, dari Natural History Museum, mengatakan: “Banyak garis, termasuk lengkungan, desain konsentris, agaknya dibuat melalui sayatan berlapis atau berulang, menunjukkan bahwa tidak mungkin garis itu dihasilkan dari batu-batu yang digunakan untuk tujuan fungsional.

Dia mengatakan kepada BBC News bahwa sebagian besar pahatan itu “bersifat abstrak (garis berpotongan sederhana), namun, beberapa fragmen tampaknya menggambarkan representasi zoomorphic (kuda, mammoth, bovid keluarga biologis hewan berkuku belah dan hewan pemamah biak, dan mungkin wajah manusia)”.

“Pada semua fragmen, tarikan garis yang merepresentasikan hewan-hewan itu kurang tepat dan terlalu disederhanakan jika dibandingkan dengan contoh karya-karya era Magdalenian lainnya.”

Namun demikian, lanjut Silvia Bello, ukiran pada plakat-plakat itu mendukung hipotesa bahwa hal itu merupakan karya para pengukir yang tidak berpengalaman.

Pada era Magdalenian diyakini sebagai masa berkembangnya seni awal, mulai dari lukisan dan gambar gua hingga dekorasi alat dan senjata sampai ukiran di atas batu dan tulang.

Lihat Juga

 

NHM
Tiga dari pecahan batu dari Jersey telah ditemukan dari area lempengan granit yang barangkali berfungsi sebagai halaman, menunjukkan plakat tersebut mungkin diukir dalam konteks sebuah rumah tangga.

Walaupun permukiman di era Magdalenian terletak jauh di wilayah barat laut Inggris, tidak ada contoh ekspresi artistik serupa yang pernah ditemukan di Kepulauan Inggris sejak periode waktu yang begitu awal.

Aneka plakat itu agaknya mendahului seni gua Magdalenian di Creswell Crags di Derbyshire, kata para peneliti.

Dr Chantal Conneller, salah-seorang pimpinan penelitian dari Universitas Newcastle, mengatakan: “Pecahan batu berukir ini memberikan bukti tentang ekspresi artistik yang menarik dan langka di tempat yang merupakan ujung terjauh dari dunia Magdalenian.

“Orang-orang di Les Varines kemungkinan besar merupakan perintis kolonisasi wilayah tersebut dan membuat benda-benda berukir di kawasan pemukiman baru.

“Kemungkinan ini merupakan cara mereka menciptakan hubungan simbolis dengan tempat-tempat baru.”

 

Di ujung lembah kering

Dr Bello mengatakan artefak-artefak itu barangkali hanya memiliki makna sementara, karena dibuat di atas batu lunak.

“Aksi memahat kemungkinan menciptakan bubuk di dalam sayatan yang membuatnya terlihat sementara. Bubuk itu kemudian cepat menyebar, yang berarti ukiran hanya terlihat jelas saat pembuatannya.

Dia menambahkan: “Tindakan mengukir kemungkinan merupakan komponen yang lebih bernilai dari proses tersebut ketimbang objek (plakat) yang telah diukir.”

Bentuk ekspresi artistik yang lebih permanen ditemukan dalam lukisan gua spektakuler yang dibuat oleh orang-orang di masa Magdalenian di Lascaux di Prancis selatan dan Altamira di Spanyol utara.

Situs penggalian di Les Varines di Jersey terletak di utara St Helier, di ujung lembah nan kering yang mengarah ke laut.

Dr Ed Blinkhorn, peneliti lainnya dari University College London (UCL), mengatakan: “Plakat-plakat itu begitu rumit saat dipisahkan dari bebatuan alami di situs tersebut setiap batu perlu dibubut.

Penemuan di antara perapian, lubang, halaman (paving), perkakas khusus, dan ribuan batu api menunjukkan bahwa upaya menciptakan karya seni adalah bagian penting dari perangkat para perintis di era Magdalenian, baik di kamp maupun di dalam gua.”

Tiga dari pecahan batu dari Jersey telah ditemukan dari area lempengan granit yang barangkali berfungsi sebagai halaman, menunjukkan plakat tersebut mungkin diukir dalam konteks sebuah rumah tangga.

Dr Bello mengatakan ada kemungkinan bahwa orang-orang di masa Magdalenian di Les Varines agaknya menggunakan pigmen yang disebut oker untuk menghias beberapa plakat.

“Satu plakat (LVE 4700), yang tidak diukir, tetapi menghadirkan noda besar (sekitar 45x23mm) pada permukaan datarnya dengan warna kemerahan.

“Secara mikroskopis, area permukaan yang terkena noda tampak halus, dilapisi oleh beberapa zat yang kemungkinan berupa cairan dalam bentuk aslinya yang mengering. Area ini juga memiliki komposisi unsur yang sedikit lebih kaya zat besi.”

Meskipun tidak ada bukti kuat, dia berkata: “Ada kemungkinan bahwa itu adalah tetesan dari zat cair berupa oker yang barangkali menetes pada batu ini saat digunakan pada plakat lainnya.”