Categories
Berita

Kebakaran Kejaksaan Agung, 6 Orang dibanding Internal Diperiksa Polisi

VIVA – Pemeriksaan terpaut kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) terus berlanjut. Pada hari ini, Senin 28 September 2020, tersedia enam orang saksi yang diagendakan akan diperiksa. Demikian ungkap Lembaga Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI.

VIVA   –  Pemeriksaan terkait kebakaran gedung Kejaksaan Utama (Kejagung) terus berlanjut. Pada keadaan ini, Senin 28 September 2020, ada enam orang saksi dengan diagendakan akan diperiksa. Demikian membuka Badan Reserse Kriminal Markas Mulia Kepolisian RI.

“Hari ini tim penyidik gabungan Polri memeriksa enam orang saksi urusan kebakaran gedung utama Kejaksaan Mulia, ” ucap Direktur Tindak Kejahatan Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo kepada wartawan dalam Senin 28 September 2020.

Pemeriksaan keenam saksi tersebut akan dilakukan di gedung Bareskrim Polri. Ferdy menyebut keenamnya ialah pihak dari internal Kejagung. Namun terkait pertanyaan apa saja yang akan diberikan pada saksi tidak dirinci. Pasalnya hal tersebut sudah masuk materi penyidikan.

“Enam orang bukti dari Kejaksaan Agung, ” katanya.

Sebelumnya diberitakan, awak gabungan Bareskrim Polri bersama Kejaksaan Agung melakukan gelar perkara kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung di Kantor Bareskrim, Kamis, 17 September 2020.

Baca selalu: Profil Diplomat Silvany Pasaribu dengan ‘Tampar’ Delegasi Vanuatu

Dalam gelar perkara tersebut, hadir Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit, Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Fadil Zumhana, Kepala Pusat Labfor Polri, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim dan lainnya.

Akhirnya disimpulkan, ada dugaan peristiwa pidana atas kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung di Sabtu, 22 Agustus 2020 tanda 18. 15 WIB. Sehingga, menggelar perkara meningkatkan kasus ini daripada penyelidikan ke tahap penyidikan.

Akibat adanya dugaan tengah ada pelanggaran terhadap Pasal 187 dan Pasal 188 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Oleh sebab itu, penyidikan dilakukan untuk memajukan saksi potensial menjadi tersangka.  

Adapun bunyi Bab 187 KUHP bahwa barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran terancam 12 tahun penjara, ataupun 15 tahun penjara, atau sebaya hidup apabila ada korban meninggal.

Kemudian Pasal 188 KUHP menyebutkan, barang siapa secara kesalahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (ren)