Categories
Berita

Ditawari Kerjaan Via Medsos, Tiga Perempuan Diperkosa, Uang Dirampas

VIVA – Polres Malang meringkus tersangka pemerkosa 3 perempuan, yakni Dian Bambang Setyo (28), warga Donomulyo, Kabupaten Sial. Modus yang dia gunakan bergerilya di media sosial dengan pura-pura menjadi penyedia jasa pekerjaan.

VIVA   –  Polres Malang meringkus tersangka pemerkosa 3 perempuan, yakni Dian Bambang Setyo (28), warga Donomulyo, Kabupaten Sebal. Modus yang dia gunakan bergerilya di media sosial dengan semu menjadi penyedia jasa pekerjaan.

Di media sosial tempat menawarkan pekerjaan dengan berpura-pura mempunyai usaha toko baju dan cara warung lalapan. Namun, semua tersebut palsu. Dian tidak memiliki jalan itu. Sementara korban yang tertipu sebelumnya telah diseleksi oleh pelaku sebelum diperkosa.

“Pelaku melakukan patroli di media sosial mencari wanita yang membutuhkan pekerjaan. Dia menggunakan akun palsu secara foto wanita dalam menawarkan pekerjaan palsu, ” kata Kapolres Sebal Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Umar, Selasa, 3 November 2020.

Hendri mengungkapkan ada 3 gadis yang menjadi korban pemerkosaan. Masing-masing berinisial N, S dan Z. Korban pertama adalah S, melalui perintah inbox di Facebook, pelaku menimbulkan nomor telepon. Kemudian korban ditelepon untuk ditawari pekerjaan di warung miliknya.

“S diajak bertemu pada bulan Maret morat-marit. Setelah bertemu dibonceng korbannya & membawanya ke ladang tebu di Pagak, Kabupaten Malang. Di kian tersangka memperkosa korban dan merampas telepon selulernya. Korban kedua, Z, terjadi pada Juli, dibawa ke tempat yang sama. Korban diperkosa dan uang Rp200 ribu dirampas, ” ujar Hendri.

Kedua korban usai diperkosa dirampas telepon seluler hingga uang tunainya, dan ditinggal di lokasi. Karakter menjanjikan akan segera dibawa ke tempat usahanya untuk segera berjalan. Ternyata janji Dian kepada target palsu.

Perbuatan asusila terakhir yang dilakukan Dian dengan modus penyediaan uluran tangan pekerjaan palsu dilakukan pada Oktober kemarin. Korban adalah  N. Dia ditawarkan untuk bekerja sebagai pekerja di toko baju milik tersangka. Kemudian pelaku membawa korban ke sebuah penginapan untuk interview kerja.  

“Di penginapan tersangka menyuruh korban mengganti pakaian dengan baju batik sebanyak tiga kali. Korban disuruh tidur terlentang. Morat-marit tersangka memperkosa korban. Korban tahu memberontak namun tersangka menampar dan mengancam tidak dikembalikan ke keluarga, ” tutur Hendri.

Hendri mengatakan tersangka ditangkap pada 24 Oktober 2020, di panti tetangganya di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Sempat ingin kabur, petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki sebelah kanan pelaku.

“Saat interpretasi itu, tersangka sempat melarikan diri. Sehingga terpaksa kami menembak menguasai korban. Pelaku dijerat pasal pantat yaitu pasal 285 KUHP mengenai pemerkosaan dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana penjara selama 21 tahun penjara, ” kata Hendri. (ase)