Categories
Berita

Baliho Habib Rizieq Masih Banyak Terpatok di Jakarta Barat

VIVA – Baliho Habib Rizieq Shihab masih bertebaran di kawasan Rawa belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat 20 November 2020. Pantauan di lokasi sedikitnya tersedia tujuh poster maupun baliho dengan terpasang tepat di pertigaan Palmerah-Rawa Belong ini.  Lokasi Baliho  berada tepat di berasaskan trotoar jalan dari Palmerah menuju Permata Hijau.

VIVA   –  Papan iklan Habib Rizieq Shihab masih berserakan di kawasan Rawa belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat 20 November 2020.

Pandangan di lokasi sedikitnya ada tujuh poster maupun baliho yang terpasang tepat di pertigaan  Palmerah-Rawa  Belong ini.   Lokasi Baliho   berada  tepat di atas trotoar jalan dari Palmerah menuju Batu Hijau.

Bertulis kurang provokatif dengan warna merah, spanduk mengajak masyarakat menyambut kedatangan Kekasih Rizieq.

Baca juga:   Diperiksa 7 Jam Soal Acara Habib Rizieq, Ridwan Kamil Minta Maaf

Warga sekitar, Romli (37) mengatakan sudah perut minggu lebih baliho ini terpasang di kawasan ini. Kala tersebut, sejumlah orang dari ormas terang memasang.   “Mereka sebelumnya menjatuhkan baliho salah satu anggota DPR RI, ” ujarnya.  

Romli sendiri mengaku tak mempermasalahkan adanya baliho itu. Menurutnya, asalkan tak terpasang di pekerjaan, maka baliho tak mengganggu. “Kalau  tulisannya, saya enggan komentar deh, ” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya,   Pangdam Jaya, Mayor Jenderal  TNI  Dudung Abdurachman, mengaku telah memerintahkan anggotanya untuk menurunkan baliho Habib Rizieq.   Sebab, lanjut Dudung, Dasar Polisi Pamong Praja DKI Jakarta beberapa kali berusaha mencopot baliho itu, tapi selalu gagal. Massa FPI dinilai nekat memasang papan iklan itu lagi.

“Karena beberapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Jadi saya perintahkan anggota TNI yang turunkan, ” ujar Dudung.

Ia menegaskan, sejumlah pria berbaju coreng yang mencopot baliho Habib Rizieq adalah anggota Garnisun. Pencopotan tersebut dilakukan sebagai penertiban terhadap atribut yang dipasang di area terbuka.

Pangdam pun menguatkan, seluruh warga negara Indonesia lantaran kelompok mana pun harus patuh dan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang ada di Negara Kebulatan Republik Indonesia.  

Dudung kemudian memberikan ultimatum pada kelompok ormas Islam agar tak membuat gaduh keamanan dan ketertiban di Ibu Kota Jakarta, yang saat ini sudah aman dengan melakukan upaya memecah persatuan serta kesatuan bangsa.

“Saya peringatkan dan saya tidak mau segan-segan menindak keras yang coba mengganggu persatuan dan kesatuan karena merasa mewakili umat Islam. Tidak semua, banyak umat Islam dengan berucap baik, berkelakuan baik, ” ujar Pangdam Jaya.