Categories
Berita

Ridwan Kamil Mengaku Berat jika COVID-19 Melonjak efek Libur Panjang

VIVA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan jangka zaman libur panjang pada tutup tahun, Keadaan Raya Natal, dan pengganti terlanjur lebaran Idul Fitri dipersingkat untuk membatasi orang-orang bepergian demi menghalangi penularan COVID-19.

VIVA   –  Gubernur Jawa Barat Ridwan Lengkap mengusulkan jangka waktu libur panjang pada akhir tahun, Hari Awam Natal, dan pengganti cuti lebaran Idul Fitri dipersingkat untuk membatasi orang-orang bepergian demi mencegah transmisi COVID-19.

Usulan mempersingkat itu sebagai toleransi untuk serampangan pencaharian pada sektor wisata di akhir tahun. “Jadi, usulan sejak Jabar adalah jumlahnya jangan sepanjang [akhir] tahun karena berat buat kami [jika terjadi lonjakan kasus COVID-19] dalam menanganinya, ” katanya di Bandung, Sabtu, 28 November 2020.

Berkaca di dalam kasus COVID-19 klaster libur lama terakhir, lonjakan terjadi pada wilayah wisata. Pada Oktober, rapid test acak dilakukan terhadap 1. 500 wisatawan yang melintas di jalan dan area wisata. Hasilnya, sebab 400 orang yang reaktif & dilanjutkan dengan swab test, tersedia 10 orang positif COVID-19.

Menyuarakan: Penyebab RS Ummi Dilaporkan sebab Halangi Swab Test Habib Rizieq

Peningkatan kejadian COVID-19 efek libur panjang dalam Oktober, katanya, tak setinggi di dalam Agustus. “Jadi kesimpulannya: libur lama kemarin menimbulkan COVID-19, tapi kedisiplinan [menerapkan] 3M menyusun, ” katanya.

“Seperti hitungan matematika, yaitu ada keramaian ada COVID-19; tidak ada pesta tidak ada COVID-19; libur panjang ada keramaian, pasti ada [penularan] COVID-19, ” ujarnya.

Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri menetapkan bahwa libur akhir tarikh mulai 24 Desember hingga satu Januari 2021. Pada 24 Desember adalah Cuti Bersama Hari Natal, 25 Desember Hari Natal, 26-27 Desember libur akhir pekan, 28-31 Desember merupakan pengganti cuti berhubungan Idul Fitri, dan 1 Januari 2021 libur tahun baru.