Categories
Berita

Gambar Syur Mirip Gisel, ICJR: Pemeran Tidak Bisa Dipidana

VIVA   –  Gambar syur yang diduga mirip Gisella Anastasia  atau Gisel  ramai cerai-berai di dunia maya. Diketahui serupa telah ada laporan yang dibuat oleh seorang advokat ke  Polda Metro Jaya untuk mengusut pelaku penyebaran video tersebut.

Tidak hanya itu, Polda Metro Jaya juga sempat menyatakan bahwa pemeran video atau sang pelaku dalam video tersebut bisa dijerat dengan Undang-Undang Pornografi.

Namun, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menilai siapa kendati yang berada dalam video tersebut, jika dia sama sekali tak menghendaki adanya penyebaran ke publik, maka dia tidak dapat dipidana.

Pengkaji ICJR Maidina Rahmawati menyebutkan, terdapat batasan dalam UU Pornografi yaitu bahwa pihak-pihak yang melakukan perangai “membuat” pornografi tidak dapat dipidana apabila dilakukan untuk tujuan muncul sendiri dan kepentingan sendiri.

“Dalam risalah pembahasan UU Pornografi juga dijelaskan bahwa yang didefinisikan sebagai perbuatan kriminal ialah pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di ruang publik, ada aspek mendasar yaitu harus ditujukan untuk ruang publik, ” kata Maidina, Selasa, 10 November 2020.

Kemudian, lanjutnya, terkait Kausa 27 ayat 1 UU Fakta dan Transaksi Elektronik (ITE) menerjang larangan distribusi muatan yang menentang keasusilaan harus didudukkan kembali arah pembentukannya. Batasan untuk dapat dijerat pasal ini, kata dia,   konteks tersebut harus benar-benar diperuntukkan kepada publik.

“Pembuatan konten atau kendati korespondensi pribadi sama sekali tak dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (1). Hal ini harus dipahami oleh aparat penegak kaidah dan menjadi catatan mendasar untuk revisi UU ITE ke depannya, ” ujar Maidina.

Aparat penegak hukum diminta payah, paham ketentuan hukum dan mendasarkan tindakannya kepada penghormatan hak objek. Hal yang pertama bisa dilakukan kepolisian, kata Maidina, adalah meyakinkan konten tersebut mencegah penyebarannya daripada semua ranah digital.

“Orang yang diduga mirip dalam video tersebut harus dinilai sebagai korban, yang mengalami kerugian arah peristiwa ini, maka terhadapnya kudu ada upaya perlindungan, ” introduksi Maidina.

Baca serupa: Komjen Iwan Bule, Dicopot daripada Kapolda Apresiasi ke Habib Rizieq

Categories
Berita

Kurangi Pemilih di TPS, Cara KPU Hindari Pilkada Jadi Klaster COVID

VIVA   –  Pilkada serentak 2020 dijalankan di tengah-tengah pandemi  COVID-19. Penuh pihak khawatir, pelaksanaan pilkada spontan akan menimbulkan klaster COVID-19, dan meledaknya angka kasus positif dalam Tanah Air.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara  membuat berbagai terobosan. Setelah aksi diatur agar tidak menimbulkan gerombolan, kini jelang pencoblosan pada 9 Desember 2020 nanti, KPU selalu telah menyiapkan terobosan.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengungkapkan, jelang pencoblosan pihaknya langsung melakukan terobosan agar pilkada tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19.

Baca juga:   Kemendagri Rilis 3 Indikator Suksesnya Pilkada Serentak 2020

Selain penerapan protokol kesehatan tubuh secara masif dan mengintegrasikannya ke dalam materi pelatihan bagi petugas Kelompok penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), KPU juga akan mengurangi total pemilih pada setiap tempat pemungutan suara (TPS).

“Kita mengurangi jumlah pemilih di TPS. Kalau  biasanya maksimal satu TPS itu 800 orang, untuk pilkada sekarang maksimal jadi 500 karakter di tiap TPS, ” logat Pramono dalam webinar Pilkada Tenteram dan Bersih, Indonesia Maju, Senin, 9 November 2020.

Pramono menambahkan, dengan adanya pengurangan jumlah pemilih di tiap TPS, maka secara keseluruhan jumlah TPS di pilkada serentak 2020 otomatis akan bertambah.

Selain itu, KPU juga akan mengatur proses kedatangan hingga pencoblosan pada TPS agar tidak terjadi gerombolan yang melanggar protokol kesehatan.

Petugas KPU juga mau melayani masyarakat dengan menggunakan perlengkapan COVID-19. Masyarakat yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya  juga harus menggunakan masker & mematuhi protap COVID-19.

Sementara itu,   Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik, menjelaskan  ada 12 hal yang harus disiapkan oleh penyelenggara pemilu di setiap TPS pada masa pandemi COVID-19 yakni, tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer , sarung tangan plastik untuk pemilih, sarung tangan medis untuk KPPS.

Lalu harus ada masker, tempat kotor, face shield , alat pengukur suhu, disinfektan, tinta tetes, baju hazmat dan ruangan khusus bagi pemilih dengan guru 37, 3 derajat celcius. (ase)

Categories
Berita

Ketakutan Besar Valentino Rossi Jelang MotoGP Eropa

VIVA   –  Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, memiliki ketakutan besar menghadap menjalani MotoGP Eropa, Minggu 8 November 2020. Rossi khawatir tidak bisa menyelesaikan balapan hingga akhir musim ini.

Tidak tanpa alasan Rossi merasa demikian. Sebab, dia sebelumnya sempat terpapar virus corona COVID-19.

Kondisi tersebut memaksanya absen di dua seri sebelumnya, yakni MotoGP Aragon dan MotoGP Teruel. Apalagi, The Doctor hampir saja absen di MotoGP Eropa, akhir pasar ini.

Pasalnya, pada pemeriksaan jelang MotoGP Eropa, pembalap asal Italia tersebut masih menunjukkan positif. Beruntung, kurang hari setelahnya, dia dinyatakan minus dari penyakit yang dideritanya sekitar tiga pekan belakangan sehingga diizinkan turun membalap di Sirkuit Ricardo Tormo.

“Terasa sangat hebat bisa kembali ke garasi, untuk bekerja bersama tim serta di atas semuanya, bisa menunggangi motor lagi, ” kata pembalap 41 tahun dikutip Tuttomotoriweb.

“Pada satu titik, saya sangat gamang karena saya mengenal orang-orang yang tetap positif bahkan selama 50 hari. Saya jadi takut tidak bisa menyelesaikan musim, dan sekarang itu hanya tinggal lelucon sebab saya sudah sehat hanya dalam dua minggu, ” lanjutnya.

Rossi akan memulai MotoGP Eropa dari kondisi 18 setelah tampil buruk di sesi kualifikasi, Sabtu 7 November 2020.

Sementara, tempat saat ini berada di status 15 klasemen sementara dengan 58 poin. Dengan hanya tersisa tiga seri, akan sangat sulit baginya bahkan untuk finis di kedudukan tiga besar.

Categories
Berita

Penjaga Bekuk Pencuri Sepeda Milik Ayah Tantri Kotak

VIVA   – Pihak Kepolisian Sektor Karawaci Polres Metro Tangerang Kota, berhasil menyembunyikan pelaku pencurian sepeda milik abu Tantri Kotak, yang hilang dalam kawasan Karawaci, Kota Tangerang.

Kapolsek Karawaci Kompol Yulies Andri Pratiwi mengatakan, pelaku penyamunan yang berhasil diamankan yakni AD dan AN. Mereka dibekuk setelah petugas melakukan penyelidikan secara digital melalui CCTV ataupun secara petunjuk melalui pemeriksaan saksi.

Baca Juga: Dukung Tantri Kotak Bermusik, Orang Tua Pernah Sampai Memiliki Utang

“Mereka lulus diamankan masih di kawasan Tangerang, bahkan dari hasil pemeriksaan utama diantara dia pelaku ini sedang berusia 18 tahun. Dari tanda, mereka juga sudah sering berbuat, tapi kalau di wilayah Karawaci, diakui mereka baru satu kala dan memang incarannya ini menyikat sepeda, ” katanya, Sabtu, 7 November 2020.

Dari hasil pemeriksaan, sepeda yang dicuri, akan dijual untuk memenuhi hajat mereka sehari-hari. Metode penjualannya pun melalui situs online.

Photo:

  • VIVA/Sherly

“Aksi itu diakui untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan dalam kasus ini pula, sepeda milik ayah dari Tantri, juga telah dijual dengan harga murah yakni, Rp2 juta pada seorang penadah dan memang dijual melalui online, ” ujarnya.

Atas kasus ini, petugas pun masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penadah sepeda hasil curian. Dan untuk karakter akan dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun kurungan.

Sementara itu, Tantri Kotak, yang hadir pula di dalam kegiatan rilis tersebut mengaku senang, lantaran sepeda milik ayahnya dapat kembali.

“Senang banget, sepedanya bisa balik, karena tidak masalah harga, tapi sejarah sepeda ini pada ayah saya, & enggak nyangka juga kalau petugas bisa tangkap pelaku dan temuin sepedanya dalam waktu empat hari. Intinya, terima kasih ke seluruh dan senang banget, ” membuka Tantri Kotak.

Categories
Berita

Zlatan Ibrahimovic Ngamuk Usai AC Milan Dipermalukan Lille

VIVA   – Bomber veteran AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, dilaporkan mengamuk usai timnya dibantai Lille dalam matchday ketiga Grup H Liga Europa 2020/2021. Selain merajuk, Ibrahimovic juga kesal dengan pelatih AC Milan, Stefano Pioli.

Rossoneri baru saja menelan kekalahan perdana setelah 242 keadaan. Secara mengejutkan, AC Milan rontok 0-3 dari Lille dalam beradu yang digelar di San Siro, Jumat 6 November 2020, dini hari WIB.

Ibrahimovic sendiri tak banyak berkutik di laga itu meski dimainkan sebagai menjalankan. Pemain berpaspor Swedia itu hanya berada di lapangan sekitar kepala jam saja sebelum akhirnya digantikan Ante Rebic.

Menurut laporan Corriere dello Sport, pemain berusia 39 tahun itu memastikan bahwa semua pemain AC Milan tahu bahwa ia sangat tidak senang dengan kekalahan tersebut. Ia akan meluapkan emosinya era skuad Rossoneri berlatih kembali.

Ibrahimovic pun tampak mengomel ketika ia ditarik keluar dalam laga AC Milan vs Lille tersebut. Ia terlihat mengomel era berjalan keluar lapangan. Demikian serupa saat berjalan di belakang Pioli.

Pioli kemudian tahu ditanya apa yang diucapkan sebab Ibrahimovic saat itu. Namun, dia mengaku, tidak mendengar sepatah sekapur pun yang diucapkan Ibrahimovic kala ditarik keluar.

“Saya tidak mendengar apa yang dia katakan. Tentunya biar, dia sangat tidak puas dengan penampilannya dan timnya. Kami juga akan tumbuh melalui performa negatif ini, ” ujar Pioli, sesuai dikutip Football Italia, Jumat 6 November 2020.

Kekalahan sejak Lille itu membuat AC Milan saat ini turun ke status kedua klasemen Grup H Bon Europa dengan koleksi enam pokok. Sedangkan, posisi puncak ditempati Lille yang mengumpulkan tujuh poin.

Categories
Berita

Bukti Oknum Brimob Buang Kucing ke Parit: Kesal Makanan Direbut

VIVA   –  Kepala Biro Penerangan Masyarakat Bagian Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono menjelaskan motif oknum  anggota Brimob inisial Briptu SS yang membuang kucing ke parit. Menurut dia, Briptu SS buang kucing tidak sengaja.

“Kita sudah tanyakan apa motifnya. Yang bersangkutan tidak sengaja, ” kata Aur di Mabes Polri pada Kamis, 5  November 2020.

Briptu SS, kata Awi, bertugas di Polda Sumatera Utara. Zaman itu, ia sedang berjaga serta makan sore. Tapi, tiba-tiba makanannya direbut oleh kucing. Menurut tempat, insiden ini terjadi pada 30 September 2020 dan tidak sadar direkam video oleh rekannya.

“Waktu santap sore saat dia jaga, makanannya direbut oleh kucing. Yang terlibat kesal dan membuang kucing itu ke parit, ” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, video berdurasi 13 detik viral di Instagram . Video itu berisikan oknum anggota Brimob yang membanting anak kucing ke saluran di suatu wilayah di Nusantara. Pria yang memakai seragam biro Brimob itu terlihat santai sudah melempar anak kucing.

Pantauan VIVA , di akun Instagram @christian_joshuapale Kamis 5 November 2020, Brimob yang menggunakan seragam hitam lengkap dengan simbol polisi itu awalnya menenteng budak kucing berwarna putih ke samping parit.  

Dengan sekuat tenaga, Brimob tersebut membanting anak kucing hingga tercebur air di dalam saluran. Aksi Brimob tersebut mendapat hujatan warganet. Semuanya mengecam dan akan mencari tahu identitas pelaku.

TOLONG TANDAI WAJAH OKNUM INI!

Aku minta maap pagi-pagi dah posting video kekerasan tapi aku butuh info dari temen-temen semua untuk mencari identitas wajah dari oknum anggota aparat dengan melakukan secara sadar kekerasan kepada dedek empus ini.

Aku tau beta berhadapan dengan kekuatan besar tapi kalo tidak aku proses oleh karena itu tindakannya ini akan mencemarkan tanda lembaga yang menaunginya dan dijadikan contoh pelaku-pelaku kekerasan lainnya.

Pengacara kenamaan Sunan Kalijaga ikut berkomentar. Tempat meminta Mabes Polri untuk mengusut siapa orang yang ada pada dalam video tersebut. Begini isi kecamannya:

@sunankalijaga_sh: @divisihumaspolri OKNUM PELAKU & PEMBUAT VIDEO HARUS MENDAPATKAN CURIGA OLEH KESATUANNYA KARENA PERBUATANNYA YANG TIDAK PANTAS KEPADA MAHLUK PRODUK TUHAN YANG KECIL DAN LEMAS, MARI KITA DOAKAN OKNUM KARAKTER MENDAPATKAN HIDAYAH.

Baca juga:   Oknum Brimob Buang Kucing ke Parit, Polri: Kejadian Lama

Categories
Berita

Perkara Insiden Kursi Ditarik Ade Londok, Ini Tanggapan Bijak Malih

VIVA   –  Nama Ade Londok tengah menjadi sorotan publik beberapa waktu akhirnya ini. Hal ini bermula daripada sebuah video yang memperlihatkan tersara-bara Ade Londok terhadap pelawak senior Malih  Tong  dalam sebuah kesibukan televisi.

Dalam gambar itu, terlihat Ade Londok dengan tengah mengisi acara dengan Bertukar,   menarik kursi yang diduduki oleh pelawak senior itu. Bertukar pun jatuh namun Ade Londok terlihat santai dengan aksinya.

Baca juga:   Viral Ade Londok Dicuekin Malih, Sikapnya Dianggap Gak Tata

Terpaut dengan hal tersebut,   Bertukar yang diundang dalam acara podcast Deddy Corbuzier,   berbicara. Tempat menyebut bahwa hal tersebut ialah konsekuensi dari pekerjaannya.

“Namanya komedi seperti itu apa yang kita kerjakan penonton tanpa sampai tahu itu komedi.   Sakit mah tetep sakit, namanya nyari uang mana ada yang enak sih, orang yang kegiatan di kantor aja masih capek apalagi kita yang modal pandangan aja, ” kata Malih di dalam podcast itu.

Malih juga memahami  respons masyarakat  dengan menyayangkan tindakan Ade Londok  itu, termasuk Deddy Corbuzier. Meski sejenis, Malih mengaku tidak ingin mengambil hati atas insiden tersebut.

“Sebenarnya barang apa yang dibilang Mas Deddy kita juga sama, itu kan di adegan bisa kita maklumi kira-kira mereka lupa atau sengaja kita gak tahu, intinya kita tanpa ambil hati. Buat saya gak jadi masalah, meski itu sejenis penghinaan seperti itu tapi kok kita harus marah, ” nyata dia.

Meski sejenis,   Malih mengingatkan agar para-para pelawak harus pintar dalam mengaduk-aduk bahan guyonan untuk disuguhkan kepada masyarakat. Sebab, kata dia, ‘lucu’ itu tidak bisa dipaksakan makin jika sudah memasuki ranah cacian terhadap lawan mainnya.

Baca juga:   Pamer Mesra! Ade Londok Bahan Nikahi Devina Ciputri

“Masalah pelawak saat ini tak pendidikan, mereka sekolah tapi kami katakan mereka mau cari jenaka tapi gak lucu, malah jadi satu penghinaan itu jangan sampai dilakukan seperti itu. Istilah jenaka ini jangan dipaksain, jangan sampai caci orang atau menghina orang sekalipun menghina belum tentu tersebut lucu, ” kata Malih.

Categories
Berita

Ditawari Kerjaan Via Medsos, Tiga Perempuan Diperkosa, Uang Dirampas

VIVA   –  Polres Malang meringkus tersangka pemerkosa 3 perempuan, yakni Dian Bambang Setyo (28), warga Donomulyo, Kabupaten Sebal. Modus yang dia gunakan bergerilya di media sosial dengan semu menjadi penyedia jasa pekerjaan.

Di media sosial tempat menawarkan pekerjaan dengan berpura-pura mempunyai usaha toko baju dan cara warung lalapan. Namun, semua tersebut palsu. Dian tidak memiliki jalan itu. Sementara korban yang tertipu sebelumnya telah diseleksi oleh pelaku sebelum diperkosa.

“Pelaku melakukan patroli di media sosial mencari wanita yang membutuhkan pekerjaan. Dia menggunakan akun palsu secara foto wanita dalam menawarkan pekerjaan palsu, ” kata Kapolres Sebal Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Umar, Selasa, 3 November 2020.

Hendri mengungkapkan ada 3 gadis yang menjadi korban pemerkosaan. Masing-masing berinisial N, S dan Z. Korban pertama adalah S, melalui perintah inbox di Facebook, pelaku menimbulkan nomor telepon. Kemudian korban ditelepon untuk ditawari pekerjaan di warung miliknya.

“S diajak bertemu pada bulan Maret morat-marit. Setelah bertemu dibonceng korbannya & membawanya ke ladang tebu di Pagak, Kabupaten Malang. Di kian tersangka memperkosa korban dan merampas telepon selulernya. Korban kedua, Z, terjadi pada Juli, dibawa ke tempat yang sama. Korban diperkosa dan uang Rp200 ribu dirampas, ” ujar Hendri.

Kedua korban usai diperkosa dirampas telepon seluler hingga uang tunainya, dan ditinggal di lokasi. Karakter menjanjikan akan segera dibawa ke tempat usahanya untuk segera berjalan. Ternyata janji Dian kepada target palsu.

Perbuatan asusila terakhir yang dilakukan Dian dengan modus penyediaan uluran tangan pekerjaan palsu dilakukan pada Oktober kemarin. Korban adalah  N. Dia ditawarkan untuk bekerja sebagai pekerja di toko baju milik tersangka. Kemudian pelaku membawa korban ke sebuah penginapan untuk interview kerja.  

“Di penginapan tersangka menyuruh korban mengganti pakaian dengan baju batik sebanyak tiga kali. Korban disuruh tidur terlentang. Morat-marit tersangka memperkosa korban. Korban tahu memberontak namun tersangka menampar dan mengancam tidak dikembalikan ke keluarga, ” tutur Hendri.

Hendri mengatakan tersangka ditangkap pada 24 Oktober 2020, di panti tetangganya di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Sempat ingin kabur, petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki sebelah kanan pelaku.

“Saat interpretasi itu, tersangka sempat melarikan diri. Sehingga terpaksa kami menembak menguasai korban. Pelaku dijerat pasal pantat yaitu pasal 285 KUHP mengenai pemerkosaan dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana penjara selama 21 tahun penjara, ” kata Hendri. (ase)

Categories
Berita

Informasi Baik, Pasien COVID-19 di RS Wisma Atlet Menurun Drastis

VIVA   – Koordinator RS Darurat COVID-19, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp. S., M. A. R. S., M. H., mengatakan total pasien virus corona di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta, di dalam sebulan terakhir, mengalami penurunan dengan bermakna.  

“Kita lihat dari waktu ke masa, selama satu bulan terakhir ini, dari sisi angka hunian jalan itu di Wisma Atlet, dengan tower 4 dan 5, sebagai isolasi mandiri, kemudian tower enam dan 7 sebagai tempat perawatan yang ringan ke sedang daripada pasien-pasien COVID-19, ini semuanya menurun, ” ujarnya dalam talkshow maya di YouTube BNPB Indonesia, Senin 2 November 2020.  

Lebih lanjut, Tugas menjelaskan, sebelumnya, jumlah pasien yang menempati tower 4-7, angkanya di arah 80 persen. Namun, saat itu persentasenya menurun drastis.  

“Tower 4 dan 5, waktu itu di atas 80 persen, dan tower 6 dan 7 juga pada atas 80 persen. Saat tersebut, di tower 6 dan 7, ada 36, 3 persen, berarti ini menurun jauh. Dan di tower 4 dan 5, zaman ini menurun tinggal 23, 4 persen, ” tambah dia.  

Tugas mengatakan, parameter angka penurunan jumlah pasien COVID-19 dapat dilihat dari jumlah anak obat yang masuk berkurang, sedangkan angka kesembuhan mengalami peningkatan.  

“Dari yang kita menentang data yang di RS Gawat COVID-19 ini, kenapa menurun sebab data yang masuk dan muncul, ini lebih sedikit yang merembes, yang keluar lebih banyak. Berarti kita masukan dalam persentase, oleh karena itu angka kesembuhan juga meningkat. Hamba rasa ini yang menyebabkan hunian di RS Darurat ini jumlahnya menurun, ” kata dia.  

Taat Tugas, angka penurunan juga dikarenakan karena kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan semakin meningkat. Tempat pun berharap, masyarakat terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan untuk menekan angka penularan.  

“Kita melihat ini juga ada suatu kesadaran dari masyarakat, secara disiplin protokol kesehatan yang sepantasnya akan lebih meningkat. Dan ini akan betul-betul diharapkan akan menurunkan rantai penularan, sehingga kasusnya pula kita lihat ada penurunan, ” tuturnya.  

Sebab data-data yang terlihat, Tugas mengikatkan, dalam kurun waktu sebulan, terbatas pada Oktober hingga awal November 2020 ini, jumlah pasien COVID-19, khususnya yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta, menikmati penurunan berarti.  

“Kita melihat di seluruh daerah angkanya menurun, khususnya di RS Darurat Wisma Atlet ini. Kita lihat penurunan dari bulan dengan kemarin dan sampai November tersebut, kita lihat betul-betul ada kemerosotan yang bermakna, ” tutup Tugas Ratmono.

Dan untuk menekan serta mencegah bertambahnya total pasien COVID-19, maka selalu peduli untuk tidak lupakan 3M: mematuhi masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan.

#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19

Categories
Berita

Khofifah Naikkan UMP Jawa Timur 2021 Jadi Rp1, 8 Juta

VIVA   –  Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melahirkan surat edaran Nomor M/11/HK. 4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020, kejadian tidak adanya kenaikan upah minimum tahun 2021. Kebijakan ini diambil karena situasi pandemi COVID-19.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan meski tersedia surat edaran Menaker dia langgeng menaikkan upah minimum provinsi (UMP) bagi buruh di wilayahnya. Kebijakan ini diambil setelah melakukan kerap dengan Dewan Pengupahan Jatim dengan terdiri dari Pemprov Jatim, Konsorsium Buruh dan Pekerja serta agen perusahaan atau pengusaha.

“Setelah kami lakukan rapat secara dewan pengupahan. Akhirnya diputuskan kenaikan UMP senilai Rp100 ribu di dalam tahun 2021. Keputusan ini asi pada 1 Januari 2021, ” kata Khofifah di Kota Rengsa, Minggu, 1 November 2020.

Baca:   ump-dki-2021-tak-berlaku-bagi-perusahaan-terdampak-covid-19″> Kenaikan UMP DKI 2021 Tak Berlaku bagi Perusahaan Terdampak COVID-19

Khofifah mengutarakan, pada tahun 2020 UMP dalam Jawa Timur sebesar Rp1. 768. 000. Dengan kenaikan ini, UMP di Jatim pada 2021 sejumlah Rp1. 868. 777. Setelah diputuskan UMP di Jatim pada 2021. Bupati atau Wali Kota segenap Jatim diminta segera memutuskan Imbalan Minimum Kabupatan/Kota (UMK).

“Keputusan ini karena kita tahu ada sektor yang terdampak dan tidak terdampak. Ketika kita menetapkan UMP masa berlakunya sampai dalam putusan UMK. Kalau UMK telah diputuskan UMP tidak berlaku, ” ujar Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, sebenarnya UMP yang dikeluarkan Pemprov Jatim bertambah kecil dari UMK di Jatim. Untuk UMK paling kecil dalam Kota atau Kabupaten di Jatim sebesar Rp1. 913. 000. Tersedia 9 Kota yang menerapkan UMK sebesar itu, antara lain Sampang, Pamekasan, Trenggalek hingga Madiun.

“UMP kita sementara dibawah nilai UMK terendah di Jatim. Pengusaha yang telah memberikan imbalan lebih tinggi dari UMP dilarang mengurangi atau menurunkan upah. Pengusaha dilarang membayar upah lebih kecil dari UMP. Dan UMP tak berlaku bila sudah ditetapkan UMK, ” tutur Khofifah.