Categories
Berita

Udin dan Gobel Tewas, Pak Kiai sama Jaka Cs Dicari Rombongan Khusus TNI

VIVA – Pihak militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menerbangkan pasukan khusus untuk memburu kelompok pembunuhan sadis terhadap keluarga di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Suluh, Sulawesi Tengah.

VIVA   – Pihak militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah menerbangkan pasukan khusus untuk gelagapan kelompok pembunuhan sadis terhadap puak di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Pusat.

Pasukan khusus telah diterbangkan dengan menggunakan Pesawat Hercules menuju Poso melalui Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta.

“TNI akan menindak tegas akan pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh MIT, ” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pasukan khusus itu akan bergabung dengan Satuan Suruhan Tinombala yang telah lama menyusul kelompok yang mengatasnamakan Mujahidin Nusantara Timur (MIT).

Sejak informasi terkini yang diterima VIVA Militer, Sabtu 5 Desember 2020, ada 11 orang yang mau dicari dan diburu pasukan khusus TNI terkait pembantai sadis kepada satu keluarga itu.

Identitas mereka sudah diketahui, serta sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 11 orang yang diburu itu antara lain, Ali Ahmad alias Ali Kalora, Qatar alias Farel alias Anas, Upahan alias Jaid alias Pak Tutor, Abu Alim alias Ambo, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Kahirul alias Irul alias Aslam, Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama, Alvin alias Adam alias Mus’ab alias  Alvin Anshori, Rukli, Ahmad Ghazali alias Ahmad Panjang, & Suhardin alias Pranata.

Kelompok MIT itu dipimpin Ali Kalora, pria itu memgambil alih pimpinan kelompok MIT setelah pucuk pimpinan mereka, Santoso tewas disergap prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 515/Kostrad dalam hutan Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso pada 18 Juli 2016.

Sebenarnya, anggota kelompok Ali Kalora berjumlah 18 orang, tapi 7 orang sudah tewas. Yang terbaru dua anggota MIT tewas dalam baku arah dengan TNI di Desa Bolano Barat, Kec. Bolana, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada 16 November 2020. Keduanya teridentifikasi bernama Wahid alias Aan pedengan Bojes dan Aziz Arifin nama lain Azis.

Sebelumnya 5 lainnya juga tewas dihajar Satgas Tinombala, mereka antara lain Mohammad Faizal alias Namnung, Rauf Gandi Sabran alias Rajes, Udin, Ali alias Darwin Gobel, dan Muis Fahron alias Abdulah.

Baca: Foto Menakjubkan Prajurit TNI Salat dan Bersimpuh Diterpa Hujan Besar