Categories
Berita

Zinedine Zidane Vs Ronald Koeman, Tabrak Kekesalan di Media Massa

VIVA – Perang komentar dilakukan perut pelatih tim papan atas Spanyol, Zinedine Zidane dan Ronald Koeman. Semua ini berawal dari perbantahan yang terjadi dalam pertandingan LaLiga, Real Madrid melawan Eibar, akhir pekan lalu.

VIVA   –  Perang komentar dilakukan dua pembimbing tim papan atas Spanyol, Zinedine Zidane dan Ronald Koeman. Seluruh ini berawal dari kontroversi yang terjadi dalam pertandingan LaLiga,   Real Madrid melawan Eibar, simpulan pekan lalu.

Kala itu Madrid berhasil menang 3-1. Tapi, ada sebuah insiden pada mana bola mengenai tangan bek Madrid, Sergio Ramos di pada kotak penalti, tapi wasit tidak menunjuk titik putih.

Koeman sebagai pelatih Barcelona bahkan ikut berkomentar. Dia menganggap keputusan wasit tidak memberikan hadiah hukuman kepada Eibar sangat salah. Sebab jelas bagaimana bola mengenai tangan Ramos.

“Saya tidak mengerti kriteria kaki video assistant referee (VAR). Saya katakan setelah pertandingan Madrid, ada utama hal yang tidak bisa dimengerti, ” kata Koeman, dikutip sebab Marca .

“Jika Anda bertanya kepada 10 orang tentang kejadian itu apakah layak jadi penalti, sembilan akan mengatakan ya. Tapi, pemimpin memutuskan tidak meniup peluit, ” imbuhnya.

Menanggapi sebutan Koeman itu, Zidane tak kecundang kesal. Baginya apa yang saat ini bersliweran di media massa sejenis amat mengganggu. Tak elok agaknya terus mengkritik wasit yang sejatinya bisa saja mengambil keputusan lengah.

“Itu mengganggu saya, sebab saya tidak pernah terlibat dengan wasit. Pemimpin adalah bagian dari pertandingan, itu bisa membuat kesalahan seperti para pemain dan seperti kita pada menjalani hidup, ” tutur Zidane.

Meski begitu, Zidane enggan memberi balasan lebih lagi untuk Koeman. Saat ini dia cuma mau fokus menatap di setiap pertandingan yang akan dijalani oleh Los Blancos.

“Sehubungan dengan komentar Koeman, saya tak ingin mengatakan apa-apa. Karena saya cuma ingin memikirkan pertandingan melawan Granada, ” kata juru rencana asal Prancis tersebut.