Categories
Berita

Itu Alasan Daniel Mananta Berikan Roda kepada Presiden Jokowi

VIVA   – Selebriti Daniel Mananta menyerahkan sejumlah sepeda”> roda kepada Presiden Joko Widodo melalui Kantor Staf Kepala Republik Indonesia (KSP RI), Senin 26 Oktober 2020. Kabar itu pun sontak ramai diperbincangkan jemaah.

Ada pun tujuan cowok yang ngetop dengan nama VJ Daniel itu menyerahkan leretan sepeda tersebut yakni guna menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 pada 28 Oktober 2020 mendatang.

Daniel yang semasa ini dikenal sebagai host , merupakan CEO Damn! I Love Indonesia menyerahkan sebanyak 15 unit sepeda lipat bertema Hari Sumpah Pemuda.

Bersama Direktur Utama PT Roda Maju Bahagia, Hendra 15 unit sepeda itu diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko serta diposting dalam kun Instagram resmi KSP RI, @kantorstafpresidenri .
gong7deng gong3deng Baca juga: Alasan Daniel Mananta Tak Mau Pamer Foto Istri dan Anak di Medsos gong7deng
gong3deng Sepeda lipat tipe ecosmo 10 Sp Damn yang dibuat khusus untuk memperingati hari Sumpah Pemuda itu memang telah diagendakan untuk diserahkan kepada Presiden Jokowi melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. gong7deng gong3deng Mewakili Presiden, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyambut baik dan mendukung pengembangan setiap produk lokal agar dapat bersaing secara global. gong7deng
gong3deng “Saatnya produk Indonesia merajai dunia,” ujar Moeldoko dalam pertemuan tersebut. Daniel Mananta menjelaskan sepeda ini merupakan seratus persen buatan dalam negeri hasil kolaborasi dengan PT Roda Maju Bahagia. gong7deng
gong3deng Menurutnya pada masa pandemi ini kita semua dituntut untuk kreatif dan mengembangkan ide-ide yang inovatif. gong7deng
gong3deng Sebelumnya Jokowi juga sempat berkeliling kebun raya Bogor menggunakan sepeda edisi hari kemerdekaan yang juga buatan Daniel Mananta. gong7deng
gong3deng Berbagai tanggapan dan komentar pun menyertai postingan dari momen tersebut. “Mau dong pak d kasih 1,” tulis komentar salah satu warganet. gong7deng
gong3deng “Buruan dilaporkan ke inspektorat atau gong8deng @official.kpk gong9deng agar tidak dianggap gratifikasi yang diancam pidana,” tambah komentar warganet lainnya. gong7deng

Categories
Berita

Simpulan Demo UU Omnibus Law Jadi 143 Orang, 31 Pelajar

VIVA – Jumlah tersangka akibat demo mengacaukan menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law pada 8 dan 13 September 2020 di wilayah dasar Polda Metro Jaya bertambah. Sebelumnya, polisi menyebut total tersangka sebanyak 131 orang.

“Ada 143 orang yang menjadi simpulan, ” kata Kapolda Metro Hebat, Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana, di Markas Polda Metro Hebat, Senin, 26 Oktober 2020.

Baca juga: Luhut Beberkan Nama-nama Pasal Ide Omnibus Law

Jumlah tersebut didapat dari 2. 667 orang dengan sebelumnya ditangkap. Namun, hanya 142 yang terbukti melakukan tindak pidana.

Dari 143 orang tersangka tersebut, sebanyak 67 karakter ditahan. Dari 67 orang tersebut, ada 31 orang yang berstatus pelajar.

Sebelumnya diberitakan, ratusan orang ditetapkan sebagai simpulan akibat demo rusuh menolak Peraturan Cipta Kerja Omnibus Law pada 8 dan 13 September 2020 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Sampai saat ini Polda Metro Jaya menetapkan 131 orang tersangka, ” kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana, di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 19 Oktober 2020. (ase)

Categories
Berita

Prancis Tarik Dubes dari Turki Sesudah Erdogan Hina Presiden Macron


Prancis memanggil caraka besarnya di Turki untuk diskusi setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menghina tumpalannya dari Prancis, Pemimpin Emmanuel Macron.

Erdogan mengatakan Macron membutuhkan penyeliaan kesehatan mental karena berjanji mempertahankan nilai-nilai sekuler dan melawan Islam radikal.

Pernyataan tegas Macron itu diutarakan setelah seorang guru Prancis dibunuh karena mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas.

Prancis “tidak akan melepaskan kartun kami”, katanya awal pekan ini.

 

Penggambaran Nabi Muhammad dianggap pelanggaran serius bagi umat Islam karena tradisi Islam secara positif melarang gambar Muhammad dan Tuhan (Tuhan).

Tetapi sekularisme negara – atau laïcité semrawut adalah identitas nasional Prancis. Membatasi kebebasan berekspresi untuk melindungi perasaan satu komunitas tertentu, kata negara, merusak persatuan negara.

Menanggapi kampanye Macron untuk menegakkan nilai sekulerisme – yang sudah dimulai sejak sebelum guru itu terbunuh, Erdogan mengatakan: “Apa masalah individu bernama Macron dengan Agama islam dan dengan Muslim? ”

Dia menambahkan: “Macron membutuhkan perawatan mental.

“Apa lagi yang bisa dikatakan pada seorang kepala negara yang tidak memahami kebebasan berkeyakinan dan yang berperilaku seperti ini kepada jutaan orang yang tinggal di negaranya yang merupakan umat dari petunjuk yang berbeda? ”

Setelah pernyataan itu, seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan kepada pejabat berita AFP bahwa duta gembung Prancis untuk Turki dipanggil untuk konsultasi, dan akan bertemu dengan Macron.

“Komentar Pemimpin Erdogan tidak dapat diterima. [Komentar] berlebihan dan maujud bukanlah sebuah metode. Kami menuntut agar Erdogan mengubah arah kebijakannya karena berbahaya dalam segala kejadian, ” kata pejabat tersebut.

Lihat Serupa

Erodgan adalah seorang Muslim taat yang berusaha untuk memasukkan Islam ke dalam politik arus utama Turki sejak Partai AK yang berurat pada Islam berkuasa pada tahun 2002.

 

Reuters
Presiden Erdogan berkata: “Macron membutuhkan perawatan mental”

Perselisihan diplomatik ini adalah masalah terbaru dengan merenggangkan hubungan antara Prancis & Turki, yang merupakan sekutu di bawah NATO.

Meski sama-sama berada dalam NATO, keduanya tidak setuju pada berbagai masalah geo-politik, termasuk perang saudara dalam Suriah dan Libya, serta percekcokan antara Armenia dan Azerbaijan tempat sengketa Nagorno- Karabakh.

Tujuh orang, termasuk dua siswa, telah didakwa atas pemenggalan besar Samuel Paty, guru di Prancis, pada 16 Oktober di dekat Paris.

Pembunuhnya, Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun, ditembak mati oleh polisi tidak lama setelah serangan itu, dengan terjadi di dekat sekolah wadah Paty mengajar.

Dalam 2015, sebanyak 12 orang mati dalam serangan di kantor akbar satir Prancis Charlie Hebdo.

Kantor majalah tersebut menjelma sasaran para ekstremis karena mendatangkan kartun Nabi Muhammad.

Awal bulan ini, Macron mencitrakan Islam sebagai agama “dalam krisis”, dan mengumumkan rencana pembuatan peraturan yang lebih ketat untuk menangani apa yang disebutnya “separatisme Islam” di Prancis.

Dia mengatakan minoritas dari sekitar enam juta Muslim Perancis berada di dalam bahaya membentuk “masyarakat tandingan”.

Beberapa komunitas Muslim terbesar di Eropa Barat menuduh Macron berusaha menekan agama mereka serta mengatakan kampanyenya berisiko melegitimasi Islamofobia.

Categories
Berita

Mengenalkan La Galigo, Sastra Kuno Sah Indonesia Terpanjang di Dunia

Sebuah karya sastra asal Sulawesi Selatan yang ditulis ratusan tarikh lalu memuat nilai demokrasi, kesetaraan gender, hingga penghormatan pada kawanan transgender. Sekelompok anak muda pusat berupaya memperkenalkan dan melestarikan karya itu.

Naskah usang itu adalah La Galigo, yang disebut sebagai karya sastra terpanjang di dunia dan diakui oleh UNESCO sebagai bagian Ingatan Kolektif Dunia tahun 2011 silam.

Baru segelintir dari ratusan ribu bait sastra berbahasa Bugis kuno itu yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia karena keterbatasan biaya dan sumber daya bani adam, kata seorang peneliti.

Menurut peneliti tersebut, sebanyak 12 jilid naskah tersebut tersimpan di Universitas Leiden, Belanda, dan banyak lainnya yang terserak di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Australia, membuat total panjang naskah itu “masih belum bisa diperkirakan”.

`Seperti the Lord of the Rings`

Louie Buana, 29, terpukau saat mula-mula kali membaca ringkasan cerita La Galigo terbitan Universitas Gadjah Mada (UGM) Press di bangku pelajaran dulu.

Kata `La Galigo` memang selalu ada di kepalanya sejak ayahnya menjelaskan padanya bahwa tak cuma Jawa dan Bali yang mempunyai karya sastra asli. Sulawesi biar punya karya sastra sendiri, yakni La Galigo.

Tetapi, pemuda asli Makassar itu tidak pernah tahu secara spesifik daya cerita itu, sampai dia lalu membaca ringkasannya.

“Saya baca dan kaget. Wah, ini kok keren banget ya? Itu ceritanya kayak the Lord of the Rings. Ceritanya kalau dibikin jadi film kolosal bisa betul, ” kata Louie, merujuk lakon fiksi karya penulis Inggris, JRR Tolkien.

“Imajinasinya karakter Bugis saat itu gila banget. [Saya] sudah kayak… larut dalam bacaan La Galigo sampai bisa bayangin cerita film fantasi, ” tambahnya.

Sejak saat itu, Louie mendalami dan meneliti cerita dan tokoh-tokoh dalam La Galigo, yang disebutnya “seakan terlupakan, dormant, dan hibernasi terlalu lama”.

Beserta kawannya, Maharani Budi, 30, serta dua temannya yang lain, Louie lalu membentuk `Lontara Project` buat memperkenalkan La Galigo pada kalangan anak muda.

Situasi itu didorong pula oleh keinginan mereka untuk melawan stigma `gemar tawuran` yang menempel pada pemuda Makassar, dengan memperkenalkan sesuatu yang positif dari tanah Sulawesi.

Sejak 2011, mereka menggalang relawan-relawan untuk berpartisipasi dalam sejumlah proyek mempromosikan La Galigo mencuaikan medium musik, desain grafis, hingga diskusi-diskusi.

Awal tahun depan, mereka berencana meluncurkan sebuah buku visual La Galigo yang menyasar anak muda.

“Kami rencananya mau merangkum isi-isi La Galigo yang kami pelajari selama 10 tahun belakangan pada bentuk buku, yang kami tutur mini ensiklopedia La Galigo. ”

“Tentunya dengan isyarat yang lebih menarik untuk generasi muda dan disertai 1001 visualisasi untuk memudahkan pembaca, ” introduksi Maharani.

Interpretasi halus La Galigo sendiri sebelumnya sudah ditampilkan oleh sutradara asal Amerika Serikat, Robert Wilson.

Ia menggelar pertunjukan teater di AS, beberapa negara Eropa, Asia, dan di Jakarta tahun 2019 lalu.

Barang apa isi La Galigo?

Profesor Nurhayati Rahman, pakar filologi Universitas Hasanuddin, Makassar, dengan telah mendedikasikan lebih dari 30 tahun masa hidupnya untuk meninjau La Galigo, mengamini keunikan hikayat itu.

Ia membaca karya yang diperkirakan sudah ada sejak abad-14 itu, awalnya diceritakan secara tutur, kemudian ditulis dalam lembaran-lembaran daun lontar.

Karya itu, katanya, menggambarkan karakter perantau dan karakter khas karakter Bugis “dengan segala kelebihan serta kekurangannya”.

Cara pengisahannya unik dan layaknya sastra baru, karena memuat kisah balik (flashback) hingga hal yang akan berlaku di masa depan (flash-forward).

Nurhayati mengatakan naskah tersebut tak ditulis satu orang sendiri, tapi ditulis secara berkelanjutan lantaran satu generasi ke generasi yang lainnya.

`Kesetaraan gender hingga demokrasi`

Dikisahkan, Sawérigading, tokoh pati dalam La Galigo, bertemu, bercinta, dan bertunangan dengan putri Senrima Wéro dari kerajaan langit (Boting Langiq).

Namun, pernikahan mereka terhalang perbedaan keinginan diantara keduanya.

Sawérigading ingin membawa tunangannya itu ke dunia manusia, tapi Senrima Wéro berkukuh tinggal di langit.

Perkawinan pun akhirnya batal. Namun, keduanya berjanji untuk tetap berhubungan baik seperti layaknya saudara.

Cerita ini menunjukkan hawa bukan sosok inferior dalam kebiasaan Bugis Kuno. Mereka digambarkan mempunyai prinsip dan tegas dalam menjemput keputusan.

“Hubungan jarang laki-laki dan perempuan berlangsung setimpal, tanpa ada dominasi antara satu dan lainnya, ” ujar Nurhayati.

Louie Buana memasukkan tentang cerita kepemimpinan perempuan pada La Galigo.

“Tokoh adik kembarnya Sawérigading, We Tenri Abeng, itu adalah ratu dengan punya sifat-sifat kepempimpinan. Jadi, kepemimpinan itu tidak ekslusif untuk laki-laki.

“Ketika dia dipaksa menikah, dia juga bisa menegasikan. Untuk ukuran saat itu tersebut kan tergolong langka ya, ” kata Louie.

Lihat Juga

Louie menyebut arsitek perempuan lainnya, I We Cudai, sosok yang disebutnya berani & tak ragu menyatakan ketidaksepahaman.

Sifat ini lah, dengan kata Louie, juga “khas karakter Makassar”.

Selain itu, perempuan juga dilibatkan dalam pemungutan keputusan, sebagaimana diperlihatkan dalam sejarah penciptaan manusia pertama.

Dikisahkan, penguasa langit, Datu Patotoqé melibatkan istrinya dalam diskusi tersebut, juga dewa-dewa lain yang hidup di laut, salah satu meneladan yang menggambarkan demokrasi dan kesamaan, kata Louie.

Bertambah lanjut, Profesor Nurhayati Rahman mengatakan La Galigo tidak menampilkan aktivis budak atau tokoh hamba sahaya yang hina dina, sebagaimana dengan sering diceritakan dalam sastra wilayah lainnya.

`Transgender dan gender kelima yang suci`

Tak cuma perempuan, La Galigo juga meluluskan penghormatan sangat tinggi bagi calabai (laki-laki yang berperan seperti perempuan), calalai (perempuan yang berperan serupa laki-laki), juga mereka yang dikenal sebagai `gender kelima`, atau tak masuk kategori pria atau hawa.

Bissu, pendeta adat Bugis, termasuk dalam gender kelima ini, yang mendapat penghormatan luhur di La Galigo.

“Bissu menganggap dirinya independen, tidak laki-laki atau perempuan, karena jika dia memihak, dia tidak mampu berkomunikasi langsung dengan Tuhan.

“Mereka [Bissu] itulah yang menerjemahkan ritual-ritual ke dalam kehidupan keseharian warga, ” kata Nurhayati Rahman.

Ia menambahkan para bissu serupa lah masih bisa membaca naskah La Galigo dalam aksara Lotara.

Meski mayoritas karakter Bugis kini beragama Islam, Bissu masih kerap diundang dalam upacara-upacara adat yang ada.

Bissu Eka dari Segeri, mengatakan bissu adalah perantara manusia secara Tuhan, manusia dengan manusia yang lain, juga dengan alam.

Posisi bissu sangat erat kaitannya dengan sastra La Galigo, sebab “25 persen naskah itu mengarang tentang peranan bissu dan memuat pedoman bagi mereka untuk berkelakuan, ” ujarnya.

Lebih lanjut, nilai toleransi tercermin lantaran pengakuan atas lima gender pada naskah itu.

“Untuk mencapai kesempurnaan harus ada lima gender, ” ujarnya.

La Galigo, kata bissu Eka, juga mengangkat derajat para bissu yang kerap didiskriminasi, bahkan sudah jadi buruan dalam gerakan penyucian ajaran Islam atau “Operasi Toba” (operasi taubat) tahun 1966.

`Bangkit jadi pemain`

Nurhayati Rahman berharap anak-anak muda dapat mengalih bahasakan La Galigo dengan cara kekinian karena ia memahami akan sulit bagi generasi muda untuk melakoni La Galigo dalam bentuknya dengan asli.

“Tapi, nilai-nilainya itu harus mereka adopsi, ” kata Nurhayati.

Menurutnya La Galigo bisa diadaptasi di dalam bentuk film, animasi, maupun gim.

Maharani Budi dari Lontara Project mengatakan dia berniat buku yang akan diterbitkan tidak hanya akan disambut dalam dunia komunitas, tapi juga dapat berkontribusi pada industri kreatif Indonesia.

“[Harapannya] tidak lagi konteksnya kita ngomongin La Galigo sebagai kesukaan saja ataupun pekerjaan sampingan beberapa orang, tapi bisa bangkit jadi pemain di industri kreatif Indonesia, ” kata Maharani.

Louie Buana menambahkan apa yang disebutnya sebagai konservasi kreatif bisa dilakukan seluruh orang muda.

“Semua generasi muda bisa melakukan pelestarian kebudayaan dengan caranya sendiri-sendiri, nggak harus dipatok seperti apa.

“Kamu bisa gunakan barang apa yang kamu punya untuk menimbrung kontribusi lestarikan La Galigo, ” katanya.

`Pentingnya transkripsi dan translasi`

Untuk mendukung anak-anak bujang memperkenalkan La Galigo dengan cara kekinian, Nurhayati Rahman berharap sembilan naskah La Galigo di Belanda dapat ditranskripsi dan diartikan di dalam bahasa Indonesia.

“Mau tidak mau, mereka [anak muda] harus baca naskah aslinya dulu, perlu diterjemahkan, ” kata Nurhayati.

Hingga kini, baru tiga jilid La Galigo di Belanda yang diterjemahkan dari bahasa Bugis kuno ke dalam bahasa Indonesia.

Sembilan jilid lainnya, yang disimpan pada Universitas Leiden Belanda, belum diterjemahkan karena keterbatasan biaya hingga sumber daya manusia, kata Nurhayati.

Karya yang disimpan pada Belanda itu panjangnya lebih sebanding 6. 000 halaman folio secara 300. 000 bait, sehingga lebih panjang dari karya Ramayana sejak India atau Odyssey karya Homer dari Yunani.

Tetapi, menurut Nurhayati, apa yang disimpan di Belanda itu baru sepertiga dari total naskah La Galigo.

Sisanya masih tersebar di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat hingga Australia, membuat mutlak panjang naskah itu “belum mampu diperkirakan”, ujarnya.

Categories
Berita

Menetapkan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Mengambil Liga 1 Segera Bergulir

VIVA   –  Manajer pelatih Tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong meminta agar kompetisi sepakbola Indonesia, khususnya Bon 1 dan Liga 2 cepat kembali bergulir.

Tae-yong menjelaskan, Timnas Indonesia sangat membutuhkan kompetisi. Sebab, Liga 1 dan Liga 2 menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah timnas. Bertambah cepat kompetisi digelar lagi mau semakin bagus.

Makin, pemusatan latihan (TC) Timnas Nusantara U-19 di Kroasia bakal sudah. David Maulana cs dijadwalkan muncul ke Tanah Air pada keadaan Selasa, 27 Oktober 2020.  

Baca Serupa:   Sempat Ragu, Legenda MU Nilai Cavani Lebih Mengerikan sebab Suarez

Lalu pemain akan dikembalikan ke persatuan masing-masing untuk mengikuti kompetisi Perserikatan 1 dan Liga 2. Tetapi, pihak kepolisian belum memberikan izin untuk lanjutan Liga 1 dan Liga 2.

‘Ujung dari sebuah perlombaan itu timnas. Karena di sayembara resmi, pemain akan mendapatkan atmosfer pertandingan. Ini beda dengan kalau hanya training camp dan tes coba dengan timnas negara asing atau klub, ” kata Tae-yong.

‘Saya membutuhkan sayembara Liga 1 dan Liga dua diputar lagi untuk bisa memantau secara langsung perkembangan pemain di klubnya masing-masing, ” sambungnya, dilansir laman PSSI.

Pakar taktik asal Korea Selatan tersebut mengatakan, dengan adanya kompetisi dia dapat memantau pemain-pemain yang misalnya layak masuk Timnas.

“Jadi tidak bisa menunda-nunda sayembara. Karena ini menjadi bagian istimewa dalam perjalanan sebuah timnas. Lebih cepat kompetisi digelar lagi akan semakin bagus., ” ucapnya.

Baca Juga:   File Rahasia Penyebab Tiger Woods Kecanduan Seks

“Saya selalu bisa memantau jika ada pemeran yang bisa dipanggil untuk menguatkan timnas U-19. Kalau tidak tersedia kompetisi Liga 1 dan Asosiasi 2 bagaimana saya bisa memeriksa pelaksanaan program yang sudah saya siapkan, ” jelasnya.

Categories
Berita

Lembaga Rektor Indonesia Siap Kaji UNDANG-UNDANG Cipta Kerja

VIVA – Forum Rektor Indonesia (FRI) menyatakan siap melakukan uraian UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI. Maklumat tersebut disampaikan Ketua FRI, Prof Arif Satria, usai bertemu Pemimpin Joko Widodo di Istana Mandiri Jakarta pada 19 Oktober 2020.

Pada pertemuan dengan berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno juga menyerahkan salinan naskah UU Cipta Kerja kepada Ketua FRI Prof Arif Satria.

Penyerahan naskah  disaksikan Presiden MENODAI Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan delegasi FRI yang terdiri dari para-para Rektor Prof Panut Mulyono (Rektor Universitas Gadjah Mada), Prof Garuda Wiko (Rektor Universitas Tanjung Pura), Dr. HM Nasrullah Yusuf (Rektor Universitas Teknokrat Indonesia), Dr. Eduart Wolok (Rektor Universitas Negeri Gorontalo), dan Prof. Akhmaloka (Rektor Universitas Pertamina).

Dalam pertemuan ini, FRI memberikan sikap terkait situasi nasional pasca disahkannya UU Cipta Kerja, dan mengapresiasi langkah pemerintah yang telah membuka diri untuk menerima data dari berbagai pemangku kepentingan.

”Bapak Presiden telah mengantarkan pentingnya UU Cipta Kerja, dan berharap FRI bisa mengkaji dan memberi masukan bila ada pasal-pasal yang memang perlu dicermati dampaknya. Presiden mendengarkan secara serius apa yang menjadi aspirasi FRI. Ini menunjukkan sikap terbuka dari Abu Presiden, ”  ujar Ketua FRI Arif Satria yang juga Rektor IPB University.

Patuh Arif, Presiden menekankan bahwa UNDANG-UNDANG Cipta Kerja juga diperlukan untuk memperlancar investasi UMKM dan koperasi. Namun UU ini sering disalahpahami seolah-olah hanya untuk investasi aneh.

Perbincangan ini juga membahas keruwetan investasi di Indonesia. Berdasarkan Laporan Ijmal Business Complexity Index Rankings 2020, Indonesia berada di posisi pertama.

Artinya, Indonesia dianggap tempat paling sulit untuk investasi dibandingkan dengan negara-negara lain kaya Brasil, China, dan Malaysia. Zona, UU Cipta Kerja ini diharapkan bisa mengatasi masalah ini.

Lebih lanjut, FRI melakoni bahwa investasi diperlukan untuk memperluas lapangan kerja dan karena tersebut memang diperlukan terobosan hukum dengan memberikan iklim lebih kondusif.

Namun, FRI juga mengingat perlunya penyempurnaan sosialisasi dan manajemen komunikasi sehingga maksud baik negeri dapat dipahami publik. FRI serupa berharap berbagai perbedaan pendapat hendaknya disampaikan melalui jalur-jalur yang konstitusional.

Adapun soal substansi isi UU Cipta Kerja, FRI akan memberikan catatan setelah tilikan selesai. Dalam waktu dekat FRI akan melakukan serial FGD dengan melibatkan para pemangku kepentingan buat membahas UU Cipta Kerja tersebut dan hasilnya akan menjadi objek masukan FRI kepada Pemerintah & DPR RI.

Categories
Berita

Cantik Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki

VIVA   –  Majelis Hakim Meja hijau Tindak Pidana Korupsi menolak eksepsi atau nota keberatan terdakwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Hal itu disampaikan Majelis Hakim saat membaca putusan sela dalam Pengadilan Negeri Tindak Pidana Manipulasi pada Pengadilan Negeri Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020.

“Mengadili menyatakan keberatan penasihat kaidah tidak diterima, ” kata ketua membacakan putusan sela.

Lebih lanjut, hakim memerintahkan agar sidang perkara Pinangki untuk dilanjutkan. Diketahui, setelah itu agenda sidang akan masuk dalam pemeriksaan saksi-saksi. “Memerintahkan sidang dilanjutkan, ” kata hakim.

Menurut majelis hakim, surat dakwaan penuntut umum telah ditulis serta dijabarkan dengan cermat.

Baca juga: Viral Pengemis Mengiakan Biasa Dirampas Petugas Dinas Sosial

“Bagaimana melakukan tindak pidana, kapan, serta di mana, dan apa kelanjutan telah tergambar secara bulat, utuh menyeluruh, tindak pidana diuraikan secara sistematis, ” kata hakim.

Jaksa sebelumnya mengatakan kalau surat dakwaan telah menguraikan perilaku Pinangki menerima uang sebesar US$500 ribu dari terpidana perkara pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra mencuaikan pengusaha Andi Irfan Jaya.

Uang tersebut merupakan uang muka atas fee yang dijanjikan Djoko Tjandra sebesar US$1 juta terpaut pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung (Kejagung) agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan vonis PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi.

Selain itu, jaksa menyebut bahwa tulisan dakawaan telah menguraikan perbuatan Pinangki yang bermufakat jahat dengan Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra untuk memberi hadiah atau keinginan sebesar US$ 10 juta kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung.

Tatkala untuk dakwaan  pencucian uang, jaksa menyebutkan surat dakwaan telah mengungkapkan perbuatan Pinangki menggunakan untuk memendam atau menyamarkan uang US$500 seperseribu yang diterimanya dari Djoko Tjandra.

Atas dasar itu, jaksa membantah pernyataan penasihat adat Pinangki yang menyebut surat perkara tidak cermat, jelas dan lengkap dalam menguraikan perbuatan Pinangki.  

Apalagi Pinangki & kuasa hukumnya mengaku telah mengetahui dakwaan yang disampaikan jaksa. (ase)

Categories
Berita

Terdampak COVID-19, Investor di Pasar Simpanan RI Justru Naik 30 Upah

VIVA   –  Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Uluran tangan Keuangan , Hoesen memastikan, sekalipun masih mengalami pandemi COVID-19, maka saat ini tingkat kepercayaan umum terhadap pasar modal Indonesia masih terus meningkat.

Baca Juga:   Meski Terdampak COVID-19, OJK: Pasar Modal RI Lebih Kuat dari Thailand

Hoesen menjelaskan, peristiwa itu dapat dilihat dari jumlah investor pasar modal terus menyusun, sebagai salah satu dari indikatornya.

“Kalau dilihat dari jumlah Single  Investor Identification (SID) per 25 September 2020, totalnya mencapai 3, 23 juta, ” kata Hoesen dalam telekonferensi di acara CMSE 2020, Selasa 20 Oktober 2020.

“Posisi itu naik 30 upah jika dibandingkan dengan SID bola lampu 31 Desember 2019, yang cuma sebesar 2, 48 juta, ” ujarnya.

Karenanya, Hoesen meyakini bahwa kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia masih mau terus meningkat ke depannya.

Sebab, Hoesen menjelaskan bahwa berdasarkan data sejak pihak Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah SID investor menyentuh 3, 28 juta pada simpulan September 2020.

Kenaikan jumlah investor tersebut terjadi dalam tengah pandemi COVID-19, yang sudah berdampak pada hampir seluruh bagian kehidupan masyarakat.

Selain itu, jumlah perusahaan yang telah mendapatkan pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2020, saat ini telah mencapai 45 emiten.

Jumlah itu baik saham maupun efek bersifat utang dan sukuk, dengan total nilai emisi yang mencapai Rp7, 1 triliun.  

“Penambahan jumlah emiten tersebut juga merupakan yang sempurna jika dibandingkan dengan seluruh negeri di kawasan ASEAN, ” tuturnya. (art)

Categories
Berita

Negeri Siapkan 9, 1 Juta Vaksin COVID-19 Akhir November

VIVA   – Kementerian Kesehatan RI tengah menyiapkan 9, 1 juta dosis vaksin COVID-19 di Indonesia. Rencananya, terdapat tiga jenis vaksin COVID-19 yang mau diterima dan digunakan pada simpulan November 2020 ini.

Total 9, 1 juta jumlah vaksinvirus corona tersebut diberikan sebab Sinovac, Cansino dan Sinopharm. Vaksin Sinovac sendiri telah disiapkan dalam bulan November mendatang sebanyak 1, 5 juta dosis.

Baca Juga: Kasus Positif COVID-19 Naik di Long Weekend, Masih Mau Liburan?

Lantaran vaksin Sinovac diberikan dalam dua kala dosis, maka rencana pengiriman balik pada bulan Desember dengan total yang sama yakni 1, 5 juta dosis. Sama juga secara vaksin Sinopharm yang diberikan dua kali dosis pada tiap pribadi.

“Sinopharm sudah memberikan komitmen Desember kirim 15 juta dosis. Artinya, kalau penyuntikan perut kali bisa digunakan untuk tujuh, 5 juta orang, ” ujar Dirjen P2P dr Achmad Yurianto dalam konferensi pers Update Persiapam Vaksin COVID-19 di Indonesia, Senin, 19 Oktober 2020.

Dengan dua kali penyuntikan dari vaksin COVID-19 Sinovac dan Sinopharm, maka pemberiannya diberi jeda selama 14 hari. Dengan begitu, efek dari vaksin bisa berfungsi dengan maksimal dalam melawan serangan virus SARS-CoV-2.

Sementara, vaksin COVID-19 Cansino telah tersedia 100 ribu dosis dengan hanya satu kali pemberian vaksin. Sehingga, total keseluruhan ada sebesar 9, 1 juta orang dengan bisa diberikan vaksin COVID-19 itu pada akhir November.

“Kalau semuanya aman dalam sisi medis dan kehalalan, maka secepatnya kita akan bisa melakukan tersebut pada akhir November, ” tambahan Yuri.

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk tersebut, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan tetap melakukan 3M: Memakai Masker, Menggembala Jarak dan jauhi kerumunan dan Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

Categories
Berita

SAYA Jabar Berdalih Sponsori Demo Mengacaukan Omnibus Law untuk Kemanusiaan

VIVA   –  Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap temuan sokongan dana dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat untuk aksi unjuk menemui menentang Undang-Undang Omnibus Law Menjadikan Kerja di DPRD setempat, Bandung, pekan lalu senilai Rp12 juta.

Donasi itu tersibak dalam pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat terhadap enam pengunjuk mengecap yang ditangkap, masing-masing berinisial RWK, P, L, O, AB serta WH pada Kamis 15 Oktober 2020.

Presidium ANA Jawa Barat Sofyan Sjahril tak membantah namun juga tak membenarkan dugaan itu. Dia hanya mengatakan bukan sesuatu yang dilarang kalau menghimpun dana untuk hal dengan baik. “Tidak ada yang salah untuk mengumpulkan dana rereongan buat misi Kemanusiaan, ” ujarnya, Minggu, 18 Oktober 2020.

Baca: Fadli Zon Bandingkan Penahanan Aktivis KAMI dengan Sukarno dan Hatta

Sofyan menegaskan menjunjung gerakan untuk mengkritik kebijakan negeri diatur dalam perundang-undangan dan merupakan hak dalam berdemokrasi. “Demo ataupun unjuk rasa dijamin konstitusi. Dengan salah jika mengumpulkan dana buat kejahatan, ” katanya.

Polda Jawa Barat mengungkapkan adanya sokongan dana terkait aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Membuat Kerja di DPRD pada minggu lalu, yang berakhir ricuh hingga penganiayaan dan penyekapan anggota Polri Brigadir M. Azis. Sokongan disebut berupa uang senilai Rp12 juta dari KAMI Jawa Barat.

“Jadi memang sudah dilakukan terhadap enam orang yang kemarin dari KAMI tersebut, dari salah satu enam karakter itu dimintai keterangan, menyampaikan bahwa ada terkumpul sekitar 12 juta dari sukrelawan KAMI untuk kulak makanan, ” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago.

Erdi memastikan pengembangan dalam kasus tersebut masih berlangsung untuk mengungkapkan fakta – tanda hukum lainnya. “Kasus ini akan berlanjut termasuk terkait masalah penganiayaan, ” katanya.