Categories
Berita

5 Taruna Akpol asal DIY Dinyatakan Positif Virus Corona

VIVA – Lima orang taruna Akademi Polisi (Akpol) yang sedang berada di Yogyakarta dinyatakan positif virus corona nama lain COVID-19, Kamis, 30 Juli 2020. Kelima taruna Akpol ini dinyatakan positif virus corona usai melaksanakan tes swab di Yogyakarta.

Juru Bicara Pemerintah Kawasan Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) buat Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih, membicarakan kelima taruna Akpol itu sedang pulang dan berlibur di Yogyakarta. Kelimanya kemudian menjalani tes swab dan hasilnya adalah positif.

“Riwayat, kelimanya hasil skrining pendidikan taruna Akpol. Ceritanya itu diliburkan oleh Akpol dan kembali ke DIY. Lalu dilakukan ulangan swab dan hasilnya positif, ” ujar Berty.

Baca juga: 40 Pegawai di Gedung Sate Positif COVID-19, 800 Karakter Dilacak

Berty menerangkan dari hasil pemeriksaan diketahui kelima taruna Akpol ini berkategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Usai dinyatakan positif virus corona, lanjut Berty, kelimanya menjalani karantina.

“Semuanya asimtomatis atau tanpa gejala. Saat ini dikarantina di salah satu RS. Kemungkinan tertular di Akpol, ” kata Berty.

Berty menambahkan pada Kamis, 30 Juli 2020, di DIY ada tambahan 23 penderita positif virus corona. Dari 23 pasien ini termasuk di dalamnya lima orang taruna Akpol itu. Tambahan 23 pasien ini memproduksi jumlah total pasien positif virus Corona di DIY menjadi 610 orang.

“Tanggal 30 Juli 2020 terdapat tambahan 23 kasus positif. Sehingga total kasus positif Covid-19 di DIY menjadi sebanyak 610 kasus, 382 antara lain sudah dinyatakan sembuh, dan 19 lainnya meninggal dunia, ” kata Berty.

Categories
Berita

Pelempar Bom Molotov ke Kantor PDIP Cileungsi Diduga Ada 2 Orang

VIVA – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Bogor, pemilik rumah serta kantor sekretariat Pengurus Anak Bagian (PAC) PDIP, Muad Khalim, melaporkan pelemparan bom molotov yang berlaku pada Rabu, 29 Juli 2020, dini hari, ke Polsek Cileungsi. Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor itu menyebut pelaku telah menargetkan rumah dan sekretariat PAC PDIP sebagai sasaran.

“Saya kurang paham tahu atau tidak. Pastinya harusnya tahu sungguh, saya yakin mereka tahulah. Sebab pintu gerbangnya itu kan menjelma satu pintu gerbang. Walaupun berseberangan rumahnya, tapi kan pintu gerbangnya utamanya satu, ” kata Muad Halim diwawancarai VIVA, Rabu, 29 Juli 2020.

Baca juga: Kantor PDIP di Megamendung Bogor Dilempari Bom Molotov

Polisi telah mengambil CCTV tetangganya yang berada di belakang panti. Dari CCTV itu, terlihat dua orang berboncengan mengunakan sepeda mesin sebelum terjadinya ledakan molotov. Muad belum mengenali ciri-ciri pelaku pelempar molotov tersebut.

“Saya tidak ada (CCTV). Yang punya belakang rumah saya, ada. Hanya tadi kepolisian yang sudah mengambilnya. Ya CCTV, saya sudah mengambil ke polsek, namun kata kapolsek ajukan saja ke Polres. Enggak ada tanda-tanda yang ditinggali pelaku. Karena samping lokasi jalan umum biasa, jadi tidak ada tanda apa-apa. Yang saya lihat itu CCTV hanya foto motor sekadar berboncengan. Saya enggak paham pakaiannya seperti apa, hanya sepintas melihat, ” katanya.

Kemudian, Muad pun menceritakan kronologi awal pelemparan bom molotov seperti dengan dilaporkannya kepada kepolisian. Pada memukul 00. 00 WIB, dia tengah menyiram tanaman untuk menyalurkan hobinya.

“Saya hanya melaporkan kejadian ini ke Polsek, pada saat pukul 00. 00 WIB, saya masih di kian sedang nyiram-nyiram halaman, ” katanya.

Hari itu letak merupakan rumah dan sekretariat PAC sedang direnovasi yang lokasinya enam meter dari rumah tempat tinggalnya. Sekitar pukul 01. 00 WIB salah seorang para pekerja gedung tersebut bangun untuk membuat tiruan.

“Ada tukang yang bangun mau salat, mau membuat kopi. Nah bikin kopinya dalam sekretariat itu di seberang. Tempat mendengar ledakan terus muncul obor, ” tutur Muad.

Melihat ada bom molotov, praktisi itu memanggil temannya untuk positif mematikan api. Api sempat disiram mengunakan selang air, namun api malah semakin membesar.

“Pekerja itu panggil temannya buat matikan api, setelah disiram memakai selang, tapi api tambah mulia. Akhirnya pakai kain dibasahi mutakhir bisa mati. Kemudian pagi harinya, kejadian itu dilaporkan ke aku bahwa tadi malam ada dengan lempar ini (bom molotov) separuh dua malam lah kira-kira. Karena jam satu malam saya sedang di teras. Saya masuk serta langsung periksa, ” katanya.

Muad meminta agar kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan prosesnya secara hukum. Atas perihal ini, ia mengimbau agar para-para kader PDIP tidak bertindak perusuh dan menghargai proses hukum kepolisian.

“Intinya saya jadi kader partai mengimbau ke teman-teman kader dan simpatisan PDI Perjuangan agar tidak bertindak anarkis, menyimak instruksi DPP. Biar proses adat yang berjalan, ” katanya.

Categories
Berita

KPAI: Hentikan Program Organisasi Penggerak

VIVA – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Nusantara (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menghentikan Kalender Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud secara anggaran Rp595 miliar yang menjadi polemik. Menurutnya, program tersebut tak tepat.

“Pembelajaran jeda jauh (PJJ) tahap pertama buatan evaluasi masih bermasalah, tiba-tiba hidup POP dengan nilai setengah triliun, ” kata Retno di ILC, Selasa, 28 Juli 2020.

Baca juga: PGRI Minta Program Pola Penggerak Menteri Nadiem Ditunda

Retno menjelaskan program POP merupakan program anak dari Merdeka Belajar. Dan program tersebut sudah menjadi komoditas kulak sebuah perusahaan, yang pemiliknya adalah salah satu pembisik Menteri Nadiem.

“Saya khawatir pendiksaan jadi komoditas dagangan. Dengan sejenis pendidikan akan menjadi mahal, real sesuai konstitusi pendidikan adalah hak dan kebutuhan seluruh warga negeri, ” katanya.

Belum lagi tiba-tiba muncul Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation sebagai penyambut sebagian besar dana POP. Menurutnya, tidak ada juklak maupun juknis seperti apa yang dinyatakan Gajah Nadiem mengenai kedua lembaga itu akan membiayai program secara sendiri.

“Kami tidak melihat skema pembiayaan mandiri. Seperti yang dinyatakan Mendikbud. Hamba baca juklak, juknis bulak balik tidak ada penganggaran mandiri. Kenapa menyalahi aturan sendiri, ” katanya.

Daripada polemik POP ini terus berkembang dan membahayakan hak dasar anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan, ia menyarankan agenda ini dihentikan. Dan anggarannya dialihkan untuk pendidikan jarak jauh di masa pandemi COVID-19.

“Alihkan anggaran, fasilitasi anak-anak di daerah yang tidak bisa melangsungkan pembelajaran daring. Gratiskan internet sezaman PJJ. Siapkan kurikulum yang benar. Petakan masalah PJJ. Ini masalah di depan mata, jutaan bani terkurung dan tersiksa karena PJJ. Kita berdoa anak tidak stres di rumah, ” katanya.

Categories
Berita

Kudatuli, Jejak Kelam Rezim Orde Segar di Bawah Soeharto

VIVA – Agenda 27 Juli 1996, 24 tarikh lalu, suasana Jakarta mencekam. Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia diambil alih paksa lewat pertumpahan darah.

Perihal yang dikenal sebagai Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) itu adalah salah satu peristiwa terkelam dalam sejarah demokrasi Indonesia.

Baca juga: Benderanya Dibakar, PDIP Bangun Jalur Hukum Seperti Peristiwa Kudatuli

Masa itu, Orde Baru di lembah Soeharto dinilai mengekang kebebasan demokrasi rakyat Indonesia. Sementara itu, Soerjadi di PDI juga merupakan ‘boneka’ pemerintah orde baru, sehingga warga terutama massa pro-Mega bergolak melawan.

Megawati sebagai Anak Presiden pertama Indonesia, Soekarno, masa itu berhasil menjadi pengobar watak, bahkan ‘ruh’ perjuangan agar Indonesia menjadi negara demokratis.

  “Tragedi 27 Juli contoh praktik kekuasaan yang frustasi bertemu arus bawah atau rakyat. Kebengisan selalu dianggap menjadi solusi untuk kekuasaan. Dalam alam demokrasi dengan menjunjung tinggi penghargaan terhadap PEDOMAN, praktik seperti ini tidak dapat terjadi lagi, ” kata anggota Komisi III DPR RI Jelas DH pada Senin, 27 Juli 2020.

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, peristiwa Kudatuli harus diketahui & dipahami oleh semua generasi bani, terutama kalangan milenial. Tragedi ini bukan sekadar perjuangan Pro-Mega, tapi juga perjuangan semua lapisan klub yang sudah jengah dengan kediktatoran Orde Baru kala itu.

“Ini harus menjadi kajian bagi kita saat ini dan generasi-generasi mendatang, jangan pernah metode negara digunakan sebagai alat adikara. Bisa ambruk negara ini jika hal itu dilakukan. Beruntung, era Kudatuli terjadi, semua elemen umum, tidak hanya Pro-Mega, tapi juga mahasiswa, ormas, dan warga natural bersatu padu melawan rezim Tata Baru, ” ujar Bambang DH.

Mantan Wali Kota Surabaya itu mendesak agar pemerintah segera menuntaskan kasus pelanggaran mengandung dalam tragedi Kudatuli. Jalan lama memang ditempuh oleh PDIP buat menjernihkan peristiwa itu. Sebab, hingga kini para pelaku penyerbuan masih bebas berkeliaran.
 
“Kudatuli adalah kasus pelanggaran HAM berat  masa lalu yang kudu dituntaskan penyelidikannya. Harus diadili bertemu dengan ketentuan UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, ” kata Bambang DH.

Categories
Berita

Juventus Sabet Scudetto ke-9 Beruntun, Diwarnai Gagal Penalti Ronaldo

VIVA   – Juventus akhirnya mengunci scudetto selama sembilan musim beruntun. Keyakinan itu didapat setelah Juventus menggagalkan Sampdoria di Allianz Stadium, Minggu 26 Juli 2020 atau Senin dini hari WIB.

Menjamu Sampdoria, Juventus harus bersusah payah menang. Di babak baru, meski dominan, Juventus begitu sulit menjebol gawang Il Samp.

Berbagai upaya mereka sering gagal, karena kokohnya pertahanan Sampdoria dan penyelesaian akhir yang membatalkan.

Cara Juventus baru berbuah hasil pada masa injury time babak baru. Berawal dari situasi sepakan lepas, Miralem Pjanic mengirimkan umpan ke kotak penalti Sampdoria.

Bola diterima Cristiano Ronaldo. Tanpa ampun, Ronaldo melepaskan sepakan dengan menjebol gawang kiper Sampdoria rumpun Indonesia, Emil Audero. Juventus unggul 1-0 di babak pertama.

Si Nyonya Tua kian menggila di babak kedua. Itu tak memberikan napas sama sekadar kepada Sampdoria. Hingga, pada menit 67, Federico Bernardeschi mencetak gol kedua lewat skema serangan pulih yang cepat.

Unggul perut gol, Juventus makin di untuk angin. Mereka terus menekan pertahanan Sampdoria.

Kondisi makin menguntungkan untuk Juventus ketika membawa Sampdoria, Morten Thorsby, diusir wasit usai mengantongi kartu kuning kedua di menit 77.

Juventus mendapat peluang emas pada menit 88, saat Alex Sandro dijatuhkan di kotak terlarang. Ganjaran penalti dieksekusi oleh Ronaldo. Sial bagi Ronaldo, eksekusinya membentur kayu gawang dan Juventus hanya menang 2-0.

Meski begitu, kemenangan ini sudah cukup mendatangkan Juventus meraih scudetto sembilan kala secara beruntun. Mereka meraih melangsungkan di musim ini dengan mengumpulkan 83 poin dari 36 langgar yang sudah dijalani.

Susunan Pemain
Juventus:
Wojciech Szczesny (GK); Danilo (Federico Bernardeschi 29′), Leonardo Bonucci, Matthijs De Light (Daniele Rugani 78′), Alex Sandro; Blaise Matuidi, Miralem Pjanic (Rodrigo Bentancur 78′), Adrien Rabiot; Juan Cuadrado, Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala (Gonzalo Higuain 40′)

Sampdoria: Emil Audero (GK); Tommaso Augello, Maya Yoshida, Julian Chabot (Mehdi Leris 22′), Fabio Depaoli; Lorenzo Tonelli, Karol Linetty, Morten Thorsby, Jakub Jankto (Manolo Gabbiadini 73′); Gaston Ramirez (Gonzalo Maroni 90+1′); Fabio Quagliarella

Categories
Berita

UNICEF: Ada 3 Jenis Kompetensi dengan Harus Dikuasai

VIVA   –  Dua puluh anak muda dari keluarga invalid mampu unjuk kebolehan dengan memamerkan enam model contoh inovasi digital yang memiliki manfaat sosial kepada pejabat pemerintah, perusahaan swasta, dan investor dalam demonstrasi langsung mencuaikan platform daring.

Itu memanfaatkan aplikasi ponsel pintar, tipuan daring, dan situs untuk menunjukkan solusi yang mereka rancang buat menjawab beragam permasalahan mulai daripada pengelolaan sampah hingga kesehatan muncul dan jiwa.

Kegiatan demo inovasi ini adalah ujung program Markoding Digital Innovation yang dikembangkan oleh UNICEF dan Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa (Markoding) dengan dukungan perusahaan teknologi ijmal ARM dan Dinas Pendidikan Daerah DKI Jakarta.

Finalis, yang berusia antara 15 dan 19 tahun, memasukkan pelatihan intensif selama dua bulan. Mereka dibina oleh mentor sukarela yang datang dari beragam dasar profesi, seperti desainer grafis, penyelenggara piranti lunak, pekerja sosial, analis investasi, guru, pelajar, pendiri perusahaan rintisan, dan diplomat.

Pada periode ini peserta dibekali dengan keterampilan teknis dan kecakapan abad ke-21, seperti kreativitas, pemungutan keputusan, dan kerja tim supaya mereka mampu mengidentifikasi masalah serta menciptakan solusi-solusi digital sebagai tim.

“Membangun keterampilan anak-anak muda adalah hal prioritas pada dunia yang berubah begitu lekas saat ini. Kami berharap para-para remaja akan terdorong mempelajari kecakapan dan mencari ide baru, menanggapi masalah, serta siap berperan memajukan kemakmuran bangsa, ” kata Perwakilan UNICEF Debora Comini, Sabtu, 25 Juli 2020.

Sebuah studi baru dibanding UNICEF mengenai keterampilan masa depan menunjukkan bahwa daya kreativitas, berpendapat kreatif, dan keterampilan digital adalah tiga jenis kompetensi yang dianggap paling penting oleh remaja untuk masa depan mereka. Banyak cukup umur juga merasa ketrampilan-ketrampilan itu tidak mereka dapatkan di sekolah.

Temuan ini sejalan secara pendapat responden studi yang berasal dari sektor swasta, di mana mereka menyoroti kondisi kelangkaan keterampilan lunak yang signifikan di kalangan calon karyawan dan karyawan segar.

“Kami ingin menimbulkan generasi muda yang sadar bakal permasalahan di sekitarnya, agar itu menggunakan kreativitas untuk menciptakan penyelesaian terhadap tantangan yang dihadapi, rajin mengasah empati dan kemauan membiasakan, serta yakin mereka bisa mendatangkan perubahan, ” ungkap Pendiri serta Kepala Eksekutif Markoding, Amanda Simandjuntak.

Categories
Berita

Sebesar Dosen Positif COVID-19, Kampus USU Lockdown Lagi

VIVA   –  Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menutup operasional kampus yang akan dimulai pada Senin 27 Juli hingga dua Agustus 2020. Penutupan operasional kampus ini  berdasarkan surat edaran nomor 3969/UN5. 1/R/KPM/2020 yang disampaikan Rektor USU, Prof Runtung Sitepu.

“Menyikapi kondisi akhir-akhir tersebut. Di mana, semakin banyak pengajar USU yang dinyatakan positif COVID-l9. Bahkan telah ada yang wafat dunia, ” kata Runtung di keterangan resmi tertulis yang dikutip pada Sabtu, 25 Juli 2020.

Dia menjelaskan kebijakan penutupan operasional untuk keselamatan civitas dan mahasiswa-mahasiswi USU. Penutupan operasional ini untuk seluruh aktivitas serasi dengan surat edaran tersebut.

“Selama kala lockdown diharapkan semua pimpinan, dosen dan tenaga pendidik  bekerja dari panti (WFH) dan daftar kehadiran dilakukan secara online melalui sistem data presensi, ” jelas Runtung.

Baca Juga: Lonjakan Tajam di Kota Malang, 48 Orang Positif COVID-19 Dalam Sehari

Pun, ia menambahkan kebijakan ini dilaksanakan setelah mendapat masukan dari Majelis Wali Amanat (MWA) USU. Upaya    ini diambil sebagai bentuk kontrak USU dalam melindungi keselamatan serta kesehatan mahasiswa dan pekerjanya. Selain itu, sebagai wujud kepedulian di pencegahan penularan infeksi COVID-19.

“Demikian Surat Edaran ini dikeluarkan untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan rahmat dan pertolongan-Nya pada kita semua, ” tutur Runtung.

Sebelumnya, Runtung mengaku tengah menjalani isolasi mandiri & berakhir pada pekan ini. Karena, orang nomor satu di Kampus USU itu dinyatakan positif COVID-19 berdasar swab test dan hasil labotorium polymerase chain reaction (PCR) Rumah Sakit USU.

“Alhamdullilah sejak depan sampai saat ini, kondisi fisik saya segar dan bugar. Jumat (24 Juli 2020) sudah masa isolasinya, ” tutur Runtung.

Runtung positif COVID-19 dengan status orang tanpa fakta. Ia menjalani isolasi mandiri dalam rumah pribadinya di Sumut. Kemudian, istri, anak, menantu dan cucu Rutung   juga melakkan swab test dengan hasil negatif.

Selain Runtung, Wakil Rektor I USU, Prof Rosmayati dan suaminya, merupakan anggota Majelis Wali Arahan USU, Prof Darma Bakti serupa dinyatakan positif COVID-19. Keduanya, orang tanpa gejala atau OTG & tengah menjalani perawatan medis  pada RS Columbia Asia.

Categories
Berita

Musim Perdana Pulisic di Chelsea Mirip Seperti Eden Hazard

VIVA â€“ Manajer Chelsea, Frank Lampard, menyebut, penampilan Christian Pulisic pada musim perdananya di Stamford Bridge sama seperti mantan bintang The Blues yang kini berseragam Real Madrid, Eden Hazard. Menurut Lampard, Pulisic telah menunjukkan penampilan yang menawan bersama Chelsea.

Winger kiri asal Amerika Serikat itu bergabung dengan Chelsea setelah direkrut dari Borussia Dortmund. Di musim pertamanya, Pulisic memang tidak langsung nyetel dengan gaya bermain sepakbola Inggris, ditambah cedera yang dialaminya.

Akan tetapi, Pulisic mulai melejit penampilannya setelah Premier League dilanjutkan kembali usai ditunda 3 bulan akibat pandemi virus Corona. Salah satu performa gemilang Pulisic terlihat ketika Chelsea kalah 3-5 dari Liverpool pada pertandingan pekan ke-37 Premier League, Kamis 23 Juli 2020, dini hari WIB.

Pulisic mencetak satu gol dan satu assist selama 30 menit usai masuk ke lapangan pada babak kedua. Total, Pulisic telah mencatatkan sembilan gol dan empat assist dalam 24 kali penampilannya di Premier League. Catatan tersebut tidak jauh berbeda dengan Hazard yang mencetak sembilan gol dan 11 assist dalam 34 penampilannya pada musim 2012/2013.

“Dia sangat penting. Dia memiliki dampak hebat. Sejak pertengaham musim, dia tampil baik. Dan, sejak musim dimulai lagi, dia dalam performa yang hebat,” kata Lampard, seperti dikutip Standard, Jumat 24 Juli 2020.

“Saya masih berada di sini pada tahun pertama Ede datang dan tak mudah bagi dia menjalani debutnya di Premier League. Bahkan, di musim pertamanya, Eden sempat kesulitan beradaptasi dengan Premier League dan Christian pasti memiliki momen seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga:

Stasiun Televisi China Setop Siaran Langsung Premier League

Perayaan Gelar Juara Liverpool Dinodai dengan Perilaku Penggemar

Categories
Berita

Biadab, Militer Amerika Pamer Olahraga Mengerikan Bentuk Tubuh Monster

VIVA   –  Menunjuk menjadi seorang prajurit militer adalah keputusan yang tidak sembarangan. Tuntutan pekerjaan yang mengandalkan fisik mendirikan mereka wajib untuk terus mengelola bentuk tubuhnya. Latihan  ekstra perlu mendapatkan fisik ideal bisa menjadi makanan sehari-hari.

Hal itu yang dilakukan oleh satu diantara marinir Amerika Serikat, Michael Eckert. Amerika yang dikenal sebagai negara yang doyan perang membuat Eckert menjaga dirinya untuk tetap pada kondisi terbaik jika suatu saat mendapat panggilan bertugas.

Di akun media sosial instagramnya, Eckert memamerkan bagaimana dia mengabulkan olahraga  yang terbilang sadis. Seolah-olah yang diperlihatkannya pada 11 Juni 2020 lalu.

Dia melakukan pull up, tapi yang dilakukannya tidak lazim. Eckert hanya menggunakan satu tangan untuk menopang berat tubuhnya.

Selain itu untuk menambah tantangan tempat menambahkan beban. Kira-kira beban bunga itu berbobot 10 sampai 20 kilogram.

Pernah dia juga memperlihatkan latihan sadis yang lain. Yaitu pull up dengan batangan pohon yang cukup besar.

Eckert sendiri memang dikenal sebagai prajurit yang tekun mengunggah video olahraga  beratnya. Tempat juga tercatat di Guinnes World Record sebagai manusia yang mampu melakukan pull up sebanyak 50 kali dan satu menit.

Categories
Berita

MUI Ajak Umat Islam yang Punya Kelebihan Harta untuk Berqurban

VIVA   –  Majelis Ulama Indoensia (MUI) menyampaikan sesuai hasil sidang isbat ditetapkan pelaksaan Idul Adha jatuh dalam Jumat, 31 Juli 2020. Umat Islam yang memiliki harta lebih pun diajak untuk berqurban.

“Umat muslim yang menyimpan kelebihan rezeki, lakukan qurban & menjadi mudlahi (pengqurban), ” sekapur Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi dalam sidang Isbat Idul Adha 1441 H di jawatan Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Juli 2020.  

Baca Juga: Idul Adha Ditetapkan 31 Juli 2020

Menurutnya, di tengah kondisi pandemi COVID-19, umat harus terus berdoa agar krisis segera selesai.

“Kita juga harus berdoa agar COVID-19 ini cepat diangkat, kita percaya semua yang terjadi adalah ketetapan dari Allah SWT, ” ujarnya.

Pesan istimewa lain agar seluruh masyarakat Nusantara tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19 saat Idul Adha. Sebab, kurva kasus positif di Tanah Tirta masih terjadi peningkatan.

“Karena, pandemi itu belum berakhir, kurvanya selalu terangkat, oleh karena itu pandemi tak pandang bulu, semua bangsa harus hati-hati, ” katanya.

Sementara, Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto mengajak agar para calon jemaah haji yang tak berangkat tahun ini tidak risau. Apalagi ada isu dana haji digunakan bukan peruntukannya.  

“Kami bersama Kemenag sepakat dana haji tidak digunakan serupiah pun. Kami akan meramu bersama-sama agar yang belum berangkat tahun ini bisa berangkat tahun ajaran, ” katanya.